Pihak kepolisian masih terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. 

Status kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan, meski begitu polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Di sisi lain polisi telah mengidentifikasi beberapa pihak yang diduga menjadi pelaku penyerangan brutal itu. 

Terekam CCTV

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026) mengatakan, pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus diduga berjumlah empat orang yang kesemuannya tampak terlatih, hal itu terkonfirmasi dari cara mereka melakukan pengintaian hingga pembuntutan serta ketenangan mereka dalam aksi keji itu. Aksi mereka terekam kamera pengawas (CCTV). 

Dalam rekaman CCTV, para pelaku menunggu korban di sekitar  KFC Cikini, Jakarta Pusat. Mereka menggunakan dua sepeda motor. 

Dari lokasi itu, para pelaku kemudian membuntuti korban menuju ke Jalan Diponegoro. Lalu berlanjut ke Jalan Salemba 1 dan terjadilah aksi penyiraman air keras terhadap korban.

"Diduga empat orang terduga pelaku,” Iman Imanuddin dilansir Selasa (17/3/2026). 

Intai dan Buntuti Korban 

Dari analisa CCTV polisi mengetahui ke empat terduga pelaku berangkat dari kawasan Jakarta Selatan dan sempat berkumpul di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. 

Setelahnya mereka memulai aksi pengintaian di sekitar kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dimana korban memang sedang berada di tempat itu untuk menghadiri sebuah acara. 

Usai pengintaian di kantor YLBHI para terduga pelaku kembali menunggu korban di SPBU Cikini. Dari sini mereka membentuti korban hingga melakukan penyerangan. 

"Ketika korban selesai acara di YLBHI, korban ini tidak langsung menuju ke tempat kejadian perkara namun sempat mengisi bahan bakar dulu di SPBU Cikini Raya, dan itu diikuti oleh pelaku," ucap Iman.

Kabur dan Terpencar ke Dua Lokasi

Usai melakukan aksi keji itu, empat terduga pelaku langsung berpencar, mereka melarikan diri ke dua arah berbeda. 

Dua terduga nekat melawan arus di Jalan Salemba Raya menuju Senen. Kemudian, dari Senen langsung bergerak ke Jalan Kramat Raya dan menuju ke Tugu Tani.

Selanjutnya, dari Tugu Tani mereka bergerak ke arah Stasiun Gondangdia. Lalu, dari Stasiun Gondangdia, para pelaku menuju wilayah Jakarta Selatan.

Sementara satu motor lainnya, dari lokasi kejadian langsung kabur menuju ke Jalan Pramuka Sari 2 menuju ke Matraman. Dari sana, pelaku terekam menuju wilayah Jatinegara dan selanjutnya ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.

Masih berdasarkan rekaman CCTV salah satu pelaku terlihat sempat mengganti pakaian di tengah upaya pelarian tersebut.

"Dari rekaman CCTV tersebut yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi, setelah kejadian salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya. Dan hasil analisa alat komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor," tutur Iman.

Pelaku Mulai Panik

Pasca penyerangan itu, pihak kepolisian mengatakan para pelaku mulai panik lalu sengaja menyebarkan foto hasil hasil editan artificial intelligence (AI)  ke media sosial yang viral beberapa hari lalu. 

"Pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan mengedarkan gambar atau rekayasa AI," ucap Iman.

"Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoax, karena itu hasil rekayasa AI. Kami duga ini adalah salah satu upaya jaringan dan pelaku sendiri untuk mengaburkan informasi untuk mengaburkan arah fakta hukum yang diperoleh," tandasnya.