Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mulai gerah dengan aksi rasisme yang kerap menerjangnya. Dia mengatakan, hingga kini dirinya masih sering mendapat perlakuan tak terpuji itu kendati ia telah menjadi salah satu pejabat negara.

Tindakan rasisme yang masih terjadi hingga kini kata Pigai menjadi bukti betapa lemahnya pihak kepolisian melakukan penertiban. Rasisme dan ujaran kebencian kata dia masih menjadi persoalan serius bagi pihak kepolisian.

Baca Juga: Jangan Kaget! Ini Anggota Tim 9 yang Tangani Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata…

“Contoh, contoh, kan banyak juga yang rasis ke saya. Pertanyaan saya sederhana saja, saya kan pejabat negara, kenapa polisi tidak mau hentikan? Kan itu sederhana,” kata Pigai dilansir Kamis (16/7/2026).

Dia menilai, pemerintah memiliki instrumen untuk menghentikan kekerasan verbal di ruang digital, namun implementasinya belum berjalan optimal.

“Saya saja korban rasis, apalagi rakyat? Rakyat maupun saya ini korban rasis," tegasnya.

Dia mengatakan, tindakan kekerasan verbal maupun tertulis di media sosial seharusnya dapat dihentikan melalui sistem pengawasan yang dimiliki pemerintah.

"Hal-hal yang sifatnya menyerang atau kekerasan verbal atau kekerasan tulis tertulis melalui media sosial bisa dihentikan by system. Masalahnya kenapa mereka tidak mau? Kenapa mereka tidak mau?" ujarnya.

Baca Juga: Kejagung Terbitan Tiga Sprindik Kasus Korupsi dan TPPU, Febrie Adriansyah Tidak Jadi Tersangka

Pigai pun mendorong seluruh pihak, termasuk pemerintah dan penyelenggara platform digital, melakukan evaluasi agar ruang digital lebih aman dari praktik perundungan maupun ujaran kebencian.