Ia menambahkan, narasi healing yang berkembang saat ini sering kali bergeser menjadi aktivitas rekreasional semata, seperti membeli barang, bepergian, atau menonton tayangan tertentu untuk mengurangi stres.
Karena itu, Dokter Ray lebih menganjurkan penggunaan istilah coping mechanism. Menurutnya, istilah tersebut lebih tepat untuk menggambarkan cara individu mengelola tekanan atau situasi yang memicu stres dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Tips Najwa Shihab untuk Generasi Muda yang Hobi ‘Healing’: Investasi Mulai Sekarang!
Ia juga menekankan bahwa setiap orang memiliki coping mechanism yang berbeda-beda dan bersifat personal atau case-by-case. Ada yang memilih berolahraga, bergabung dengan komunitas, menulis jurnal, hingga mencari bantuan profesional sebagai cara menghadapi tekanan mental.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya proses screening kesehatan mental menggunakan tools yang tervalidasi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk membantu seseorang memahami kondisi mentalnya secara lebih objektif sebelum menentukan penanganan yang tepat.