Growthmates, pasti kamu sudah tak asing dengan istilah healing yang belakangan ini sering digunakan di media sosial. Mulai dari liburan, belanja, hingga menonton film seharian kerap disebut sebagai cara untuk healing setelah menghadapi tekanan atau stres.

Namun, Founder Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, menilai bahwa terdapat salah kaprah dalam penggunaan istilah tersebut, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, healing seharusnya digunakan untuk merujuk pada proses penanganan kesehatan mental sebagai bagian dari pemulihan atau penyembuhan.

Baca Juga: Mengenal Beda Healing dengan Coping Mechanism, Begini Penjelasan Dokter

Dokter Ray menjelaskan bahwa proses healing idealnya dilakukan setelah seseorang mendapatkan diagnosis yang objektif dan tervalidasi. Sebab, treatment atau penanganan kesehatan mental tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan self-diagnosis dari internet, media sosial, maupun platform digital yang belum tentu akurat.

“Healing itu sebenarnya sudah masuk ke fase treatment. Treatment dilakukan setelah seseorang mendapatkan diagnosis,” jelasnya seperti Olenka kutip, Minggu (10/5/2026).