Pengamat politik Adi Prayitno menilai Pemilu 2029 akan menjadi panggung pembuktian bagi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden dan tak memiliki dukungan dari PDI Perjuangan (PDIP), kekuatan politik Jokowi kini bertumpu pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Adi mengatakan, keberhasilan atau kegagalan PSI pada Pemilu 2029 akan menjadi tolok ukur seberapa besar pengaruh politik Jokowi setelah lengser dari kursi kepresidenan.
"Ketika Jokowi all out ingin memenangkan PSI di 2029, ini adalah pertaruhan politik Jokowi yang sesungguhnya setelah tak lagi jadi presiden, setelah tak lagi bersama dengan PDI-P," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Jokowi Membeli Orang-orang untuk Mendukungnya, Kelakuannya Persis Penjajah!
Menurut Adi, selama ini banyak pihak beranggapan kekuatan politik Jokowi berasal dari dua faktor utama, yakni jabatannya sebagai presiden dan dukungan PDIP. Kini, kedua faktor tersebut sudah tidak lagi dimiliki Jokowi.
Karena itu, hasil yang diraih PSI pada Pemilu 2029 dinilai akan menjadi indikator apakah pengaruh politik Jokowi masih kuat atau justru mulai memudar.
"Kalau PSI lolos, berarti Jokowi hebat dan rekor politiknya tentu sangat luar biasa. Tapi kalau Jokowi tidak mampu membawa PSI lolos ke parlemen, banyak pihak akan mengatakan bahwa Jokowi sebenarnya bukan siapa-siapa tanpa PDI-P dan setelah tak lagi jadi presiden," tegasnya.
Baca Juga: Jokowi Main Raja-rajaan, Rakyat Dipecah Belah, Astaga!
Sebelumnya, Jokowi menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026).
Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan target PSI pada Pemilu 2029 bukan sekadar lolos ke DPR RI, melainkan meraih kemenangan yang lebih besar.
"Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi.
Meski tidak memerinci target yang dimaksud, Jokowi mengaku memiliki kalkulasi politik yang membuatnya optimistis PSI mampu menembus parlemen. Ia juga menilai antusiasme kader di berbagai daerah menjadi modal penting bagi partai tersebut.
Baca Juga: Blusukan Jokowi, PSI Mulai Endus Ketakutan Ibu Mega Cs
"Kalau soal masuk Senayan, saya tidak mendahului dan tidak sombong. Tetapi kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi. Masuk," ujarnya.
Jokowi juga menyinggung tingginya semangat kader PSI di sejumlah daerah, termasuk Lampung dan Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, peluang partai berlambang mawar itu akan semakin besar apabila kepengurusan mampu diperkuat hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS).