Director Kalbe, Rudolf Candra mengatakan pemimpin andal dalam sebuah organisasi perusahaan membutuhkan banyak aspek dan syarat yang harus dipenuhi, menjadi pemimpin sukses tak melulu soal gelar pendidikan serta pengalaman panjang, ada satu aspek yang wajib dipenuhi seorang pemimpin yakni empati. 

Pemimpin yang tak punya empati dipastikan bakal tereliminasi secara alamiah, alih-alih membawa perubahan serta kemajuan organisasi, pemimpin nirempatijustru merusak sistem kerja. Pemimpin yang seperti ini condong egois, bahkan sama sekali tak mengapresiasi capaian bawahannya. 

Baca Juga: Kalbe Edukasi Pentingnya Kesehatan Gigi dan Mulut, Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri

“Salah satu kebutuhan manusia itu adalah appreciation. Orang butuh di-appreciate. Orang perlu didengarkan,” kata Rudolf Candra dilansir Olenka.id Senin (10/8/2026). 

Menurutnya, prestasi serta gelar mentereng sama sekali bukan jaminan menjadi pemimpin, banyak individu berprestasi yang sudah sampai pada level tersebut, namun akhirnya terjungkal lantaran ketiadaan rasa empati terhadap sesama.  

“Ada orang yang sudah dalam perjalanannya menjadi leaders dan segala macam yang semakin hari dia malah semakin yakin dengan dirinya sendiri. Pokoknya pengalaman saya sudah paling benar,” ujarnya. 

Pemimpin yang baik lanjut Rudolf Candra adalah pemimpi yang mau berubah bersama timnya, pemimpin yang mau mendengar serta membuka diri terhadap masukan dan kritik anak buahnya. 

Baca Juga: Kata-kata Prabowo di Perayaan Ulang Tahun Mas Bahlil: Kepemimpinan Tidak Bisa Jadi Hadiah

“Tapi ada orang yang bisa melihat bahwa dengan empathy, begitu banyak hal yang saya sebenarnya dulu nggak tahu, saya nggak tahu gitu kan. This is very very important. We remain humble sehingga kita able to express empathy,” pungkasnya.