Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, menegaskan bahwa penyakit autoimun bukanlah kondisi yang dapat disembuhkan secara total.
Namun, dengan pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup yang konsisten, penderita dapat mencapai kondisi remisi sehingga gejala dapat terkontrol dengan baik.
Menurut dr. Tirta, pemahaman mengenai autoimun perlu dilihat dari cara kerja sistem kekebalan tubuh yang mengalami kesalahan dalam mengenali mana yang seharusnya dilindungi dan mana yang harus dilawan.
"Namanya autoimun itu secara awam adalah tubuh kita tidak bisa mengenali mana yang harusnya jadi kawan, mana yang harusnya jadi lawan. Otomatis, karena sistem pertahanannya mengira bagian tubuh sendiri adalah lawan, akhirnya diserang terus dan reaksi peradangan terjadi terus-menerus," tutur dr. Tirta, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (17/6/2026).
dr. Tirta mengungkapkan bahwa banyak pasien sering bertanya apakah penyakit autoimun bisa benar-benar hilang.
Berdasarkan berbagai jurnal ilmiah yang dipelajarinya, kata dia, kondisi tersebut umumnya tidak dapat sembuh total, tetapi dapat masuk ke fase remisi.
"Orang-orang atau pasien dengan autoimun itu tidak bisa sembuh total. Yang ada adalah remisi. Remisi itu artinya penyakitnya terkontrol dengan baik dan tidak ada kekambuhan. Remisi bisa dicapai dengan obat ataupun tanpa obat," ujar dr. Tirta.
Untuk mengendalikan penyakit autoimun, lanjut dr. Tirta, terapi medis biasanya dilakukan dengan obat-obatan imunosupresan yang berfungsi menekan aktivitas sistem imun agar tidak terus menyerang jaringan tubuh sendiri.
Namun, dr. Tirta menekankan bahwa obat saja tidak cukup. Berdasarkan berbagai publikasi ilmiah, terdapat empat faktor penting yang harus diperhatikan penderita autoimun agar kondisinya tetap stabil.
Baca Juga: Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi, Berbahayakah? Begini Penjelasan Dokter Tirta