Growthmates, saraf terjepit sering dianggap sebagai keluhan biasa yang cukup diatasi dengan pijat atau obat pereda nyeri. Padahal, pada kondisi tertentu, saraf terjepit dapat berkembang menjadi masalah serius yang membuat penderitanya kesulitan berjalan hingga membutuhkan tindakan operasi.
Dokter Spesialis Orthopedi, dr. Asa Ibrahim, Sp.OT, menjelaskan bahwa pada kasus saraf terjepit berat, terdapat penebalan jaringan di sekitar tulang belakang yang akhirnya menekan saraf dan mengganggu fungsi gerak pasien.
"Yang menjepit saraf itu sebenarnya jaringan yang normalnya berwarna kuning. Namun karena mengalami penebalan, pada gambaran MRI terlihat lebih gelap atau hitam. Jaringan yang menebal ini kemudian menekan saraf sehingga saraf tidak bisa bekerja dengan baik," jelas dr. Asa.
Menurutnya, tekanan yang berat pada saraf dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri menjalar hingga gangguan berjalan.
"Kalau sarafnya terjepit berat, pasien bisa tidak bisa jalan atau hanya mampu berjalan sebentar karena kesakitan. Nyerinya menjalar ke kaki, terasa panas, kencang, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari," ungkap dr. Asa, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (17/6/2026).
Dalam kasus yang sudah berat dan tidak membaik dengan terapi konservatif, kata dr. Asa, operasi menjadi pilihan untuk mengembalikan fungsi saraf.
dr. Asa menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan pada kasus tersebut adalah operasi endoskopi saraf terjepit. Prosedur ini bertujuan mengangkat jaringan yang menebal dan menekan saraf sehingga ruang bagi saraf kembali terbuka.
"Sebagian besar jaringan yang menekan saraf sudah kami ambil. Setelah jaringan yang menebal itu dibuka dan diangkat, terlihat kantong saraf atau duramater yang sebelumnya tertekan kini sudah bebas," kata dr. Asa.
dr. Asa menjelaskan bahwa selama prosedur berlangsung, dokter harus bekerja dengan sangat hati-hati karena di balik jaringan tersebut terdapat duramater, yaitu kantong yang berisi kumpulan saraf penting.
"Ini adalah duramater atau kantong saraf. Kalau sampai robek, di dalamnya terdapat banyak sekali saraf, sehingga harus dijaga agar tidak mengalami cedera," jelasnya.
Setelah seluruh jaringan yang menekan berhasil dibersihkan, kondisi saraf dapat terlihat jauh lebih lega dibandingkan sebelumnya.
"Lihat, sekarang kantong sarafnya sudah bebas sekali. Nerve root atau akar sarafnya juga sudah bebas semua. Inilah tujuan operasi, yaitu membebaskan saraf yang sebelumnya terjepit," tutur dr. Asa.
Baca Juga: Dokter Spesialis Ungkap Cara Aman Mengoptimalkan Tinggi Badan Anak Sejak Dini