Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena tekanan darah yang mencapai lebih dari 180/120 mmHg dapat masuk ke kondisi krisis hipertensi.
Pada kondisi ini, lanjut dr.Bobby, risiko gangguan kesehatan serius dapat meningkat dan membutuhkan perhatian medis segera.
“Kalau tensi di atas 180 per 120, ini disebut dengan krisis hipertensi. Tiba-tiba bisa jadi timbul gagal jantung akut, gagal ginjal akut, gangguan irama jantung,” ungkap dr. Bobby.
Meski demikian, bukan berarti penderita hipertensi tidak boleh berolahraga. Justru, aktivitas fisik tetap penting sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Namun, sebelum meningkatkan intensitas olahraga, tekanan darah harus dikendalikan terlebih dahulu.
Dr. Bobby menyarankan, penderita hipertensi untuk menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter serta menerapkan pola hidup sehat hingga tekanan darah berada dalam kondisi terkontrol.
Setelah itu, olahraga dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh dan berkonsultasi dengan dokter.
“Jadi ingat, teman-teman yang masih hipertensi, kontrol dulu tensinya, minum obat. Kalau sudah terkontrol dengan baik silakan olahraga, tapi tetap dengan pengawasan, konsul dengan dokternya langsung, ya,” pungkasnya.
Baca Juga: Benarkah Kurangi Garam Bisa Cegah Hipertensi? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi