Growthmates, hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Salah satu langkah yang kerap dianjurkan untuk membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi adalah membatasi konsumsi garam.

Namun, menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, perhatian masyarakat seharusnya tidak hanya tertuju pada garam dapur.

Pasalnya, zat yang berperan dalam meningkatkan risiko hipertensi adalah natrium, yang memang banyak terdapat dalam garam, tetapi juga dapat ditemukan pada berbagai makanan dan produk olahan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Jawabannya, bener! Tapi bukan cuma garam. Banyak yang lain yang sering kita lupain atau bahkan nggak kita perhatikan sama sekali,” papar dr. Nadhira, dikutip dari laman Instagram pribadinya @nadhiraafifa, Rabu (19/8/2026).

dr. Nadhira memaparkan, natrium memiliki fungsi penting bagi tubuh, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan. Namun, konsumsi natrium secara berlebihan dapat memberikan dampak sebaliknya, terutama terhadap tekanan darah.

“Garam, atau tepatnya natrium di dalam garam, itu berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh kita. Natrium sendiri sifatnya menarik air,” jelasnya.

Ketika asupan natrium terlalu tinggi, kata dr. Nadhira, tubuh dapat menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan volume darah yang beredar di dalam pembuluh darah sehingga tekanan pada dinding pembuluh darah ikut meningkat.

“Kalau kita konsumsi kebanyakan natrium, maka bisa meningkatkan cairan yang berada di dalam pembuluh darah, sehingga volume darah akan meningkat dan efeknya bisa meningkatkan tekanan darah juga,” kata dr. Nadhira.

Tidak hanya memengaruhi volume cairan dalam tubuh, lanjut dr. Nadhira, konsumsi natrium berlebihan juga dapat berdampak pada kondisi pembuluh darah.

Baca Juga: Berat Badan Sulit Turun Meski Diet dan Olahraga? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi