Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang akrab disapa Temon meninggal dunia akibat serangan jantung pada Minggu (12/7/2026). Sebelum berpulang, Temon diketahui memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Kepergian Temon kembali mengingatkan pentingnya mewaspadai hipertensi, penyakit yang sering dijuluki silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat memicu komplikasi serius, termasuk serangan jantung.
Putri Temon, Rambu, mengungkapkan sang ayah selama ini jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya.
"Papa tuh enggak pernah ngeluh kalau sakit. Sering dipendam," ujarnya di rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Kolesterol Tinggi dan Hipertensi yang Perlu Diketahui
Lantas, benarkah hipertensi bisa menjadi penyebab serangan jantung?
Mengutip Kementerian Kesehatan RI, seseorang didiagnosis mengalami hipertensi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau diastolik 90 mmHg atau lebih pada lebih dari satu kali kunjungan.
Tekanan darah yang terus berada di atas batas normal dapat merusak dinding pembuluh darah. Kerusakan tersebut memicu penumpukan lemak dan kolesterol di arteri koroner yang memasok darah ke jantung. Ketika aliran darah tersumbat, risiko terjadinya serangan jantung pun meningkat.
Baca Juga: Tensi Darah Melonjak? Rutin Konsumsi 5 Sayuran Alami Ini untuk Kontrol Hipertensi
Tak hanya itu, hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi lain, seperti stroke, gagal ginjal, hingga gagal jantung.
Kardiolog dari Amrita Hospital, dr. Ashish Kumar, mengatakan bahaya hipertensi bukan hanya karena dapat menyebabkan kematian mendadak, melainkan kerusakan organ yang terjadi secara perlahan dan sering kali tidak disadari.
Baca Juga: Benarkah Orang yang Kesepian Lebih Rentan Mengalami Serangan Jantung? Ini Penjelasan Ilmiahnya
"Bukan kematian mendadak yang membuat tekanan darah tinggi berbahaya, melainkan kerusakan yang terjadi seiring waktu. Sebelum serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal, tubuh hampir selalu mengirimkan sinyal-sinyal kecil," ujarnya, dikutip dari Times of India, Senin (13/07/2026).
Oleh karena itu, hipertensi perlu dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Risiko penyakit ini juga dapat ditekan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta mengelola stres dengan baik.