Memasuki usia 30 tahun, pemeriksaan kesehatan rutin mulai perlu menjadi perhatian, meski tubuh belum menunjukkan keluhan apa pun. Sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi dikenal dapat berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya baru terdeteksi ketika sudah pada tahap lanjut.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi (nefrologi), dr. Decsa Medika Hertanto, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU). Melalui akun media sosial pribadinya, ia menyarankan pemeriksaan kesehatan dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun.
Baca Juga: Bukan Cuma Gejala Gerd, Mual Hingga Nyeri Perut Bisa Jadi Tanda Gangguan Ginjal
"Buruan gaskan setidaknya setahun sekali invest untuk medical check up, karena semakin dini penyakit diketahui semakin banyak opsi mengobatinya dan semakin terpacu untuk mengubah pola hidup lebih sehat," kata dr. Decsa.
Menurutnya, ada lima jenis pemeriksaan yang dapat menjadi pertimbangan utama bagi orang yang mulai memasuki usia 30-an.
-
Gula Darah Puasa atau HbA1c
Pemeriksaan pertama yang direkomendasikan adalah gula darah puasa atau HbA1c, yang berguna untuk mendeteksi gangguan kadar gula darah, termasuk risiko diabetes sejak dini. "Lab ini bagus banget untuk mendeteksi diabetes sejak dini," ujar dr. Decsa. Ia menjelaskan, risiko penyakit metabolik seperti diabetes memang mulai meningkat begitu seseorang memasuki usia 30-an, sehingga pemeriksaan berkala penting dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
-
Profil Lipid
Pemeriksaan kedua adalah profil lipid, yang mencakup kolesterol total, LDL, HDL, serta trigliserida. Tes ini berguna untuk memantau risiko penyakit jantung hingga stroke. Hasil pemeriksaan profil lipid dapat memberikan gambaran kondisi lemak dalam darah, sehingga membantu dokter menilai risiko penyakit kardiovaskular pasien sejak dini.
-
Fungsi Ginjal
Pemeriksaan fungsi ginjal, yang meliputi ureum, kreatinin, dan urin lengkap, juga masuk dalam daftar rekomendasi dr. Decsa. Ia menegaskan pemeriksaan ini menjadi semakin penting bagi seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi atau diabetes.
"Penting banget, apalagi kalau ada keluarga kalian ada riwayat hipertensi, diabetes, itu penting ya," lanjutnya.
Kondisi hipertensi dan diabetes yang tidak dikendalikan dengan baik memang dapat berdampak langsung pada kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
-
Fungsi Hati
Pemeriksaan keempat adalah fungsi hati, yang dapat dilihat melalui kadar SGOT dan SGPT. dr. Decsa secara khusus menyoroti pentingnya pemeriksaan ini bagi orang dengan kebiasaan kurang tidur atau mengonsumsi minuman beralkohol. "Apalagi buat yang sering begadang atau minum-minum alkohol," katanya.
-
Darah Lengkap
Pemeriksaan terakhir yang direkomendasikan adalah tes darah lengkap, yang dapat membantu mendeteksi kondisi seperti anemia maupun tanda-tanda infeksi tertentu dalam tubuh.
"Darah lengkap buat lihat ada kurang darah, anemia atau tanda-tanda infeksi yang lain," jelas dr. Decsa.
Kabar baiknya, kelima jenis pemeriksaan tersebut umumnya dapat dilakukan sekaligus dalam satu rangkaian medical check up di fasilitas kesehatan.
"Kelima pemeriksaan ini biasanya bisa dicek sekaligus dalam satu paket pemeriksaan medical check-up. Dan idealnya bisa diulang setahun sekali," ujar dr. Decsa.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebutuhan medical check up setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, gaya hidup, faktor risiko, hingga hasil pemeriksaan sebelumnya.
Baca Juga: Bluberi Vs Anggur: Buah Mana yang Lebih Baik untuk Mengontrol Gula Darah?
Karena itu, hasil MCU sebaiknya tetap dikonsultasikan langsung dengan dokter agar dapat ditentukan pemeriksaan tambahan maupun tindak lanjut yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing individu.