Growthmates, hipertensi atau tekanan darah tinggi kini tidak hanya menjadi masalah kesehatan pada usia lanjut. Anak muda juga semakin perlu mewaspadai kondisi ini, terutama karena tekanan psikologis, pola hidup yang tidak sehat, hingga faktor genetik.

Dokter sekaligus Entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, mengatakan, ada dua faktor utama yang membuat anak muda rentan mengalami masalah tekanan darah, yakni genetik dan gaya hidup.

“Kenapa anak muda sering terkena hipertensi? Jawabannya adalah karena gaya hidup dan lifestyle. Dan kedua karena genetik,”ungkap dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya @dr.tirta, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, faktor genetik tidak boleh diabaikan karena sejumlah penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan jantung dan tekanan darah memiliki kaitan dengan riwayat kesehatan keluarga. Karena itu, seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung atau stroke perlu lebih waspada.

“Kalau kamu lihat bapak ibumu atau saudaramu, kakek, nenekmu ada riwayat meninggal dadakan karena penyakit jantung dan stroke, bisa jadi kamu juga harus check up,” katanya.

Selain faktor keturunan, gaya hidup dan tekanan kehidupan sehari-hari menjadi perhatian dokter Tirta. Menurutnya, anak muda saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar, baik dalam pendidikan maupun pekerjaan.

Ia bahkan mencontohkan kondisi anak-anak yang sejak usia sekolah sudah menjalani aktivitas padat.

“Dulu sekolah kita dari jam berapa? 7 sampai jam 1. Sekarang anakku aja, anakku yang kelas 3 SD itu sampai jam 4. Ya, jadi sudah capek sekolah, les, beban sekolah, dimarahin. Terus sampai kerja, dimarahin lagi, lembur lagi, belum standar sosial,” tuturnya.

Menurut dokter Tirta, berbagai tekanan tersebut dapat meningkatkan beban psikologis seseorang. Ketika tekanan pekerjaan dan stres meningkat, risiko terhadap masalah tekanan darah juga ikut meningkat.

“Tekanan psikologis kerja naik, stres itu akan meningkatkan risiko dari hipertensi,” ujarnya.

Dokter Tirta juga menyoroti sejumlah kebiasaan yang umum dilakukan anak muda dan dapat memengaruhi kesehatan. Pola tidur yang berantakan, terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, kurang olahraga, hingga kebiasaan merokok menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

“Jadi, pola tidur berantakan, makan makanan karbo terlalu banyak, nggak pernah olahraga, terus habis itu dia ngerokok, ditambah ngerokok dan kopi,” kata dia.

Baca Juga: Terlalu Banyak Gula Tanpa Olahraga? Ini Peringatan Dokter Tirta