Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka mengatakan Gibran Rakabuming Raka berpeluang besar menjadi presiden RI selanjutnya setelah menjadi wakil presiden pendamping Prabowo Subianto selama dua periode. 

Pernyataan yang tampak percaya diri itu dilontarkan Dedy di tengah desakan sejumlah pihak yang meminta Gibran segera ditendang dari kursi Wapres karena berbagai alasan. 

Baca Juga: Getol Minta Gibran Dipecat, Denny Indrayana Malah Kena Skakmat Teddy: Argumentasinya Hanya Halusinasi, Ingat Ya Anda Pernah Dipecat!

“Gibran Rakabuming Raka masih jadi Wapres nya Prabowo bisa dua periode, lalu loncat jadi Presiden Republik dua periode,” kata Dedy dalam sebuah cuitan di akun X pribadinya dilansir Olenka.id Minggu (8/8/2026). 

Belakangan desakan memecat Gibran menggema di media sosial, salah satu yang paling getol menyuarakan isu ini adalah Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Republik era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Denny Indrayana yang meminta Gibran dipecat lantaran mendapat jabatan itu lewat cara-cara yang inkonstitusional. 

Dedy dengan tegas membantah itu, Gibran kata dia menjadi Wapres karena memang dikehendaki rakyat, seluruh prosedur mulai dari pencalonan hingga terpilih menjadi Wapres pendamping Prabowo jelas atas kemauan rakyat, Gibran tidak main curang. 

Dia menegaskan, Gibran sama sekali tidak bisa dipecat kecuali rakyat mengamin. Gibran tak bisa dilengserkan hanya karena satu dua orang yang tidak suka atau membenci dirinya. 

“Sebagai Wapres RI Gibran Rakabuming Raka ngga bisa di pecat, apalagi kalau ia tidak melanggar konstitusi. Yang bisa mecat Presiden dan Wapres itu cuman rakyat dan harus lewat mekanisme konstitusional,” tegas Dedy. 

Bagi Dedy desakan memecat Gibran sangat tidak rasional, alih-alih lengser karier politik Gibran kata Dedy makin terbuka lebar ke depannya, untuk itu dia meminta kelompok yang menggulirkan isu ini untuk mengubur mimpi mereka dalam-dalam 

“Jadi mimpi mereka yang mau pecat Gibran sepertinya harus tertunda sampai 2029,” pungkasnya. 

Sebagaimana diketahui, Denny Indrayana menjadi salah satu tokoh yang paling getol  mendorong pemakzulan Gibran. Ia meminta putra Joko Widodo itu harus segera dipecat sebelum ia merebut kursi presiden dari Prabowo yang diprediksi bakal lengser di tengah jalan.

Baginya pelengseran Prabowo bukan mustahil di tengah krisis ekonomi dan sederet skandal politik yang sedang menerpa negara ini. Jadi dia kembali menegaskan, Gibran harus dijegal dari sekarang sebelum semuanya terlambat.

“Terlebih dengan krisis ekonomi yang tidak sederhana, skandal publik berupa korupsi yang ada di mana-mana, serta adanya potensi skandal pribadi – sebagaimana saya tulis dalam “Tiga Sebab Jatuhnya Rezim” – kemungkinan pemberhentian Presiden Prabowo Subianto, bukan tidak mungkin terjadi.Jika Presiden Prabowo jatuh, maka secara konstitusi, kita akan punya Presiden Gibran Rakabuming Raka,” kata Denny dalam sebuah cuitannya  di akun X pribadinya  beberapa waktu lalu. 

Tumbangnya Prabowo dan naiknya Gibran menjadi presiden selanjutnya bukan kabar baik. Itu adalah malapetaka yang harus dicegah dari sekarang. Langkah menggulingkan Gibran lanjut Denny juga bukan sesuatu yang sulit. Menurutnya Gibran mudah dijatuhkan lewat berbagai cara.

Baca Juga: Desak Gibran Tunjuk Ijazah SMA, Denny Indrayana: Terus Terang Kami Belum Pernah Melihat Ijazah Mas Wapres

Pasal 8 ayat (1) dan (3) UUD 1945 mengatur jabatan presiden maupun wakil presiden dapat berakhir jika mangkat (wafat), berhenti (mengundurkan diri), diberhentikan (melalui proses impeachment), atau tidak dapat melakukan kewajibannya karena alasan permanen seperti sakit. Selain alasan tutup usia, proses yang paling sederhana adalah berhenti alias mengundurkan diri.

“Ada tiga alasan memecat Gibran, yuridis, politis-matematis, dan etis-politis. Namun, ada cara yang lebih mudah, yakni Gibran mengundurkan diri,” pungkasnya.