Dalam kondisi seperti ini, lanjut dia, lambung justru membutuhkan asupan makanan secara berkala untuk menjaga kestabilan asam lambung, bukan dibiarkan kosong dalam waktu lama seperti pada pola IF.
Lebih lanjut, Dokter Tirta mengingatkan bahwa tidak ada satu jenis diet yang cocok untuk semua orang. Baik itu intermittent fasting, diet karnivora, vegetarian, hingga one meal a day, semuanya harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
“Sebelum Anda melakukan diet, selalu kenali metabolisme tubuhmu dan karakter tubuhmu,” pesannya.
Menurutnya, kesadaran terhadap kondisi tubuh menjadi kunci utama agar perubahan pola makan tidak justru berdampak buruk bagi kesehatan.
Alih-alih langsung melakukan perubahan drastis, Dokter Tirta menekankan pentingnya pendekatan bertahap dalam menjalani gaya hidup sehat.
“Intinya, kalau kalian mau lakukan perubahan kehidupan ke arah lebih sehat, itu jangan ekstrem. Kurangi bertahap apa yang kamu bisa,” ujarnya.
Ia pun lantas mencontohkan kebiasaan seperti merokok atau konsumsi alkohol yang sebaiknya tidak dihentikan secara mendadak, tetapi dikurangi perlahan agar lebih realistis dan berkelanjutan.
“Misalkan rokok, kurangi aja dulu, baru bertahap,” pungkasnya.
Baca Juga: Dokter Tirta Ungkap Perasaan Marah Harus Dilampiaskan atau Dipendam?