Bagi sebagian pelari, hujan bukan alasan untuk berhenti berlatih, justru menjadi tantangan tersendiri yang menguji fisik dan mental.
Namun, berlari di tengah hujan juga memiliki risiko, mulai dari lecet pada kaki hingga gangguan kesehatan seperti hipotermia.
Dokter sekaligus entrepreneur, Tirta Mandira Hudhi, membagikan sejumlah tips penting agar aktivitas lari tetap aman dan nyaman meski diguyur hujan.
Menurutnya, persiapan dan penanganan yang tepat menjadi kunci utama untuk menghindari cedera maupun penurunan daya tahan tubuh.
Salah satu hal paling krusial saat berlari di tengah hujan adalah menjaga kondisi kaki tetap optimal. Air yang terus-menerus membasahi sepatu dan kaos kaki dapat menyebabkan lecet hingga nyeri.
“Kalau lari pas hujan-hujan, yang penting adalah tiap 1 jam kaki sudah mulai nyeri, ganti kaos kaki dan pakai tapping yang benar,” papar dokter Tirta, dikutip dari laman Instagram @ceritapelari, Rabu (1/4/2026).
Ia mengatakan bahwa tips ini bukan semata pengalamannya pribadi, melainkan juga rekomendasi dari para pelari ultra yang sudah terbiasa menghadapi kondisi ekstrem.
“Ini yang nyaranin, bukan saya langsung, tapi teman-teman pelari ultra yang sudah sering kehujanan,” tambahnya.
Untuk itu, pelari disarankan menggunakan teknik tapping pada jari kaki serta memilih kaos kaki yang tepat agar tetap nyaman meski basah.
Baca Juga: Dokter Tirta Ungkap Kesalahan Umum di Perusahaan, Apa Itu?