Pengamat politik Ray Rangkuti menilai blusukan yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke berbagai wilayah di Indonesia bukan sekadar safari politik untuk memenuhi undangan masyarakat sebagaimana yang diklaim.

Blusukan Jokowi bersama PSI ke Lampung yang bakal dilanjutkan ke berbagai wilayah seperti Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai punya tujuan politis jangka pendek dan jangka panjang.  

Baca Juga: Ritual Injak Kepala Kerbau Jadi Simbol Menghina PDI-P, Jokowi: Nggak Nyambung

Menurut Ray, untuk jangka panjang Jokowi, agenda blusukan Jokowi dimaksud untuk merawat elektabilitas putranya yang juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setidaknya sampai Pilpres 2029 mendatang. 

Target utama Jokowi lanjut Ray agar Gibran putranya kembali dipinang Prabowo sebagai Capres pada Pilpres mendatang. Jokowi disebut telah memprediksi peluang Gibran kembali digandeng Prabowo tak terlalu besar, makanya berbagai upaya menjaga elektabilitas Gibran sudah mulai dikebut dari sekarang.

"Ada target jangka pendek dan jangka panjang. Jangka panjangnya memastikan Gibran terus berada di level nasional. Target utamanya tetap bersama dengan Prabowo di pilpres yang akan datang," kata Ray di Channel Youtube Kanal SA dilansir Selasa (7/6/2026).

"Pertanyaannya, apakah Pak Prabowo kelihatan meminang kembali Gibran sebagai calon wakil presiden? Prediksi saya tidak lebih dari 30 persen. Berarti 70 persennya beliau punya banyak sekali calon yang memungkinkan untuk direkrut sebagai cawapres. Nah, ini yang dibaca oleh Jokowi," tambahnya.

Sementara itu, agenda lain di balik blusukan Jokowi kata Ray adalah pembuka jalan alternatif jika Gibran benar-benar tak dipilih lagi oleh Prabowo sebagai Cawapres di pemilu mendatang. Jokowi disebutnya tengah berusaha keras untuk mengorbitkan putranya itu

"Oleh karena itu dimunculkan skenario kedua. Bilamana Gibran ternyata tidak digandeng oleh Pak Prabowo, artinya Gibran harus naik sendiri, bisa sebagai capres yang bergandengan dengan tokoh lain atau menjadi calon wakil presiden dari tokoh yang lain. Komposisinya nanti akan terlihat menjelang pilpres," jelasnya.

Apa pun skenario politik yang ditempuh, lanjut Ray, syarat utamanya adalah menjaga tingkat elektabilitas Gibran agar tetap tinggi.

Baca Juga: Keputusan Prabowo Utus Muzani Hadiri Pemakaman Ali Khamenei Bikin Bambang Pacul Geleng-geleng

"Tetap bersama dengan Prabowo atau tidak bersama dengan Prabowo dan bergandengan dengan yang lain, cuma satu syaratnya, elektabilitas Gibran itu harus terpelihara. Oleh karena itu sekarang dilakukan safari politik," pungkasnya