Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu, menyebut jika Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berupaya keras melakukan cawe-cawe politiknya di Pemerintahan Prabowo Subianto.

"Tanggal 13 Oktober 2024 Prabowo dipanggil Jokowi ke Solo terkait pembentukan komposisi Kabinet Merah Putih," katanya seperti dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat (3/6/2026).

Baca Juga: Ladeni Dokter Tifa di Ruang Sidang, Jokowi Bakal Pamer Ijazah Asli SD sampai Sarjana

Baca Juga: Membaca Gestur Prabowo-Jokowi, Benarkah Kongsi Politik Mulai Retak?

Lanjutnya, ia mengatakan jika sepekan sebelum pelantikan Prabowo menjadi presiden, Prabowo diminta untuk memasukkan 17 nama pilihan Jokowi ke dalam Kabinet Merah Putih.

"Jokowi juga menekan Prabowo soal keberlanjutan IKN (Ibu Kota Nusantara)," katanya.

Menurutnya, saat itu Prabowo terlihat setuju dengan menerima beberapa permintaan Jokowi tersebut.

Sambung dia, sebelum pertemuan itu, terdapat 33 nama yang berpeluang masuk kabinet. "Mereka orang-orang profesional. Tapi setelah ketemu 13 Oktober berubah total," katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengaku memperoleh bocoran jika Jokowi memberikan 4 sampai 5 ancaman terhadap Prabowo.