Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuka akses pengawasan digital Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat. Mulai pekan depan, para orang tua disebut dapat mengecek langsung menu makanan yang dikonsumsi anak mereka di sekolah, lengkap dengan informasi dapur penyedia hingga penanggung jawabnya.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat transparansi dan pengawasan publik terhadap salah satu program prioritas pemerintah.

"Kami harapkan minggu depan, per minggu depan, kami harapkan akan bisa diakses oleh seluruh orang tua siswa. Jadi orang tua siswa bisa mengakses by system itu kemudian anaknya sekolah di mana, karena sekolah itu dapat makan MBG yang menunya apa, dan kemudian menu itu dimasak di dapur yang mana, dan Kepala SPPG-nya siapa," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, dikutip Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Bersih-bersih, Sudaryono Pecat 261 Pegawai BGN yang Langgar Aturan

Melalui platform digital tersebut, orang tua tidak hanya mengetahui menu yang disajikan setiap hari, tetapi juga kandungan gizi yang terdapat dalam makanan. Sistem ini juga akan dapat diakses oleh guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, hingga dinas terkait.

"Jadi pihak terkait atau stakeholder bisa mendapatkan informasi, termasuk kandungan gizi di menu itu. Orang tua siswa, kemudian ada guru, kepala sekolah, dan juga kepala daerah, dinas-dinas bisa kemudian mengakses informasi ini," katanya.

Sudaryono berharap keterbukaan informasi ini dapat menjadi mekanisme kontrol sosial untuk memastikan kualitas, higienitas, dan kecukupan nutrisi makanan yang dibagikan kepada para siswa.

Baca Juga: Prabowo: Gak Boros, MBG Dibiayai dari Uang Negara yang Selama Ini Bocor

BGN menargetkan sistem pengawasan digital berbasis data tunggal tersebut dapat diakses secara nasional dalam waktu satu minggu ke depan.

Sebelumnya, BGN juga telah memperkenalkan aplikasi pengawasan bernama Reviu Menu MBG atau Organoleptik. Aplikasi ini memungkinkan guru, kepala sekolah, hingga petugas posyandu ikut memantau kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat di lapangan.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menjelaskan, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar kualitas makanan dalam program MBG tetap terjaga seiring dengan semakin luasnya cakupan penerima manfaat.

"Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan," ujar Sony.

Baca Juga: Ironi MBG: Papua Kebagian Kurang dari 1% Dapur, Jawa Justru Kuasai Lebih dari Separuh

Langkah digitalisasi ini dilakukan di tengah upaya BGN memperkuat tata kelola internal. Sebelumnya, Sudaryono mengumumkan pemecatan 261 pegawai non-ASN dan penghentian permanen terhadap ratusan dapur MBG yang dinilai melanggar ketentuan.

Dengan hadirnya platform baru tersebut, masyarakat kini tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.