Anggota DPR Fraksi PDIP Edy Wuryanto, memperingatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono untuk menuntaskan kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kompleksitas pengelolaan makanan siap saji dalam jumlah besar membuat risiko keracunan tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Bahkan, pihaknya meramal kasus keracunan masih akan terjadi ke depannya.
Baca Juga: Siswa Dipaksa Ambil MBG di Tengah Kepungan Asap Karhutla, Kepala BGN: Dapurnya Sudah Beli Bahan Baku
"Pak Kepala (BGN) ke depan pasti masih sibuk mengurusi keracunan," ujarnya di Komplek Parlemen, Jakarta, seperti dikutip Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Dapur MBG Sama-sama Dapat Insentif Rp6 Juta, Kepala BGN: Masa yang Bikin 2.000 Porsi Dibayar Sama?
Lanjutnya, ia menilai kasus keracunan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut mempunyai banyak variable, mulai dari persiapan, proses produksi, hingga distribusi.
"Apakah ini dianggap gampang? Tidak. Variabelnya kompleks. Kita tidak bisa dengan yakin bahwa ini keracunan tidak akan terjadi," cetusnya.
"Kita dari awal sudah warning gunakan Perpres 82, SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), HACCP, libatkan Badan POM, libatkan pemerintah daerah. Itu tidak terpenuhi," sambungnya.
Bahkan, pihaknya juga mengkritik pengelolaan BGN yang terlalu terpusat dan dilakukan secara serentak. Menurutnya, pola tersebut akan semakin sulit dikendalikan seiring dengan terus bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Puskesmas jumlahnya hanya 10.280, SPPG jumlahnya 27.000" katanya.
Lebih lanjut, pihaknya bersama Fraksi PDIP di DPR tetap memberikan dukungan terhadap program MBG agar berjalan aman dan mencapai tujuan perbaikan gizi.
"PDI Perjuangan support. Don't worry," tukasnya.