Politisi PDI-Perjuangan Ferdinand Hutahaean mengatakan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto yang terus tergerus dalam berbagai hasil survei belakangan ini dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan publik pada program-program kesayangan Prabowo yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

Ferdinand berpatokan pada hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dimana  elektabilitas Prabowo dalam hasil survei terbaru itu turun dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 14,5 persen pada Juli 2026. 

Baca Juga: Bencana di RI Silih Berganti, Prabowo Bakal Tambah Dana Mitigasi

Menurut Ferdinand penurunan elektabilitas itu menjadi anomali sebab pada sisi lain elektabilitas Partai Gerindra yang merupakan partai milik Prabowo melesat tajam. 

“Terjadi penurunan, penurunan elektabilitas dan penurunan kesukaan publik terhadap dirinya Presiden Prabowo Subianto. Sementara untuk elektabilitas Partai yaitu Gerindra mengalami kenaikan tajam dibanding Pemilu tahun 2024 lalu. Bahkan tertinggi di semua survei bahkan di atas 20 persen. Ini tidak berbanding lurus, partainya naik dan elektabilitas Presiden Prabowo justru menurun,” Kata Ferdinand dilansir Olenka.id Selasa (8/9/2026). 

“Saya punya analisis tersendiri penurunan dari elektabilitas Prabowo dan kesukaan publik terhadap dirinya itu karena dua hal. Yang pertama karena MBG dan kedua karena KDMP,” tambahnya. 

Pernyataan Ferdinand direspons oleh pegiat media sosial yang juga loyalis PDI-Perjuangan Chusnul Chotimah. Dia mengamini analisa Ferdinand tersebut bahwa penurunan elektabilitas Prabowo dipicu program MBG dan KDMP. 

“Betul banget, dua hal utama yg membuat elektabilitas Prabowo turun padahal Gerindra naik,” ujarnya.  

Menurut Chusnul Chotimah, untuk program MBG, dia menyebut bahwa program tersebut menjadi unggulan dan andalan dari presiden. Hanya saja menurutnya programnya tersebut salah urus.

Baca Juga: Tahu Jokowi dan Geng Solo Mau Menjatuhkannya Lalu Kenapa Prabowo Bungkam?!

Sementara untuk KDMP, ada banyak permasalahan disebutnya seperti pembangunannya asal-asalan

“1. MBG yg salah urus, program andalan malah mencoreng Prabowo sendiri. Setuju seharusnya dilakukan di sekolah bkn SPPG. Kopdes merah putih yg pembangunannya asal-asalan. Satu lagi, kinerja buruk menteri terutama menteri orang-orang Jokowi,” terangnya.