Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ogah membangun financial center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Penolakan Purbaya membangun financial center di ibu kota negara garapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bukan tanpa alasan. Menurut dia PFII tak bakal maksimal jika dipaksakan dibangun di IKN.

Baca Juga: Lippo Serahkan Lahan Meikarta ke Pemerintah, Purbaya Ungkap Rencana Besarnya

"Mungkin enggak, terlalu sempit di sana (IKN)," kata Purbaya usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dilansir Sabtu (4/7/2026).

Sejauh ini lanjut Purbaya pemerintah belum menemukan lokasi strategis yang dianggap pas membangun PFII. Pemerintah sedang mempertimbangkan dan mengkaji sejumlah lokasi termasuk Bali. Intinya kata Purbaya pemerintah bakal menyiapkan tempat yang nyaman agar investor asing nyaman di Indonesia.

"Jadi kan masih dibahas. Ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, tapi mungkin ada beberapa titik juga. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling nyaman untuk investor internasional," jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa pengembangan financial center ini tidak melulu harus membabat lahan baru dan membangun infrastruktur dari nol.

Saat ini, kementeriannya tengah menimbang opsi apakah akan memanfaatkan kawasan yang sudah mapan atau membangun fasilitas pendukung di lokasi baru yang dinilai potensial.

Baca Juga: Cawe-cawe Jokowi dalam Pembentukan Kabinet Merah Putih, Benarkah Prabowo Ditodong Ancaman?

"Untuk enclave itu perlu pembangunan tertentu, mungkin sebagian infrastruktur dasar. Atau kita lihat nanti apakah pakai tempat yang sudah ada infrastrukturnya atau tidak. Jadi masih terbuka untuk tempat," pungkasnya.