Stimulasi Tak Harus Selalu dengan Duduk Belajar
Membangun berbagai fondasi tersebut bukan berarti orang tua harus memberikan stimulasi dengan cara yang kaku atau menyerupai kegiatan belajar formal.
Aktivitas sehari-hari dan bermain justru dapat menjadi sarana untuk melatih berbagai kemampuan yang dibutuhkan anak sebelum masuk sekolah.
Dwi Ayu Nur Komariyah, M.Sc.OT, Occupational Therapist Atelier of Minds, mengatakan pendekatan play based learning dapat diterapkan dalam pendampingan anak di rumah.
“Pendampingan praktis di rumah dapat dilakukan melalui pendekatan bermain (play based learning). Misalnya, mengajak anak bermain peran (role play), bermain board game untuk belajar mengikuti aturan dan menunggu giliran, serta bermain puzzle untuk melatih kemampuan memecahkan masalah dan kelenturan berpikir,” ungkapnya.
Melalui permainan, anak dapat belajar berbagai keterampilan tanpa merasa sedang menjalani proses belajar yang formal. Orang tua pun dapat menyesuaikan aktivitas dengan usia, minat, dan kemampuan anak.
Selain memberikan stimulasi, orang tua juga perlu memperhatikan respons anak ketika menjalani aktivitas yang berkaitan dengan kesiapan sekolah.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain anak mudah lelah ketika melakukan aktivitas di meja, kesulitan mengikuti instruksi bertahap, atau menunjukkan penolakan dan reaksi emosional yang berlebihan saat belajar.
Jika kondisi tersebut muncul secara konsisten, pendampingan profesional dapat membantu orang tua memahami kebutuhan anak sekaligus menentukan bentuk dukungan yang sesuai.
Mempersiapkan Anak Sebelum Masuk SD
Melihat pentingnya kesiapan sekolah yang menyeluruh, Atelier of Minds menghadirkan School Readiness Program yang dirancang untuk membantu anak membangun berbagai fondasi sebelum memasuki jenjang SD.
Program tersebut mencakup penguatan akademik dan fungsi eksekutif, kemandirian, kemampuan sosial dan emosional, rutinitas harian, hingga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan belajar.
Program diawali dengan baseline assessment untuk memahami kebutuhan masing-masing anak. Hasil penilaian kemudian menjadi dasar penyusunan rencana pembelajaran individual yang disertai pemantauan perkembangan secara berkala. Surat rekomendasi psikolog juga dapat diberikan apabila diperlukan.
Sebagai student care dan enrichment center inklusif, Atelier of Minds menggabungkan perspektif psikologi, occupational therapist, pendidikan, dan experiential learning untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Baca Juga: Atelier of Minds: Mendorong Pendidikan Inklusif dan Membantu Anak Neurodivergent Menemukan Bakatnya