Menjelang akhir tahun, orang tua mulai disibukkan dengan berbagai persiapan untuk memilih sekolah dasar (SD) bagi anak.
Selain mempertimbangkan kurikulum dan lingkungan sekolah, ada satu hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yakni apakah anak benar-benar sudah memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Kesiapan sekolah ternyata tidak hanya ditentukan oleh usia maupun kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Ada berbagai fondasi perkembangan yang perlu dimiliki anak agar mampu beradaptasi, berinteraksi, mengikuti proses pembelajaran, serta menghadapi lingkungan baru dengan percaya diri.
Menurut Diah Cahyaningrum, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Atelier of Minds, kesiapan sekolah mencakup perkembangan kognitif, fisik, sosial, dan emosional anak.
“Kesiapan anak untuk bersekolah tidak hanya ditentukan oleh usia. Setiap tahapan memiliki tugas perkembangan masing-masing, dan ketika anak dipaksa sebelum waktunya, hal ini dapat berdampak pada kesiapan mereka saat bersekolah,” jelas Diah, dikutip dari keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Diah menambahkan, proses transisi menuju sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab anak. Keluarga dan sekolah juga memiliki peran penting dalam memastikan anak dapat melewati proses tersebut dengan baik.
Mengacu pada Ecological Model of School Readiness dari Urie Bronfenbrenner, kesiapan sekolah dipengaruhi oleh karakteristik anak, pola asuh keluarga, serta lingkungan sekolah.
“Kesiapan sekolah bukan hanya tentang seberapa cepat anak menguasai calistung, tetapi terkait fondasi perkembangan yang membantu anak beradaptasi dan belajar secara berkesinambungan,” tegasnya.
8 Fondasi Penting untuk Kesiapan Sekolah
Lebih lanjut, Diah menjelaskan, kesiapan anak memasuki dunia sekolah dibangun dari berbagai aspek perkembangan yang saling berkaitan. Setidaknya ada delapan fondasi penting yang perlu diperhatikan orang tua sebelum anak memulai jenjang pendidikan formal.
Pertama, kemandirian. Anak perlu mulai mampu mengelola berbagai tugas sehari-hari sesuai dengan usianya, seperti mengikuti rutinitas, membuat pilihan sederhana, serta mencoba melakukan hal-hal baru secara mandiri. Kemampuan ini akan membantu anak lebih percaya diri ketika harus menjalani aktivitas tanpa selalu bergantung pada orang tua.
Kedua, keterampilan sosial. Berada di lingkungan sekolah berarti anak akan berinteraksi dengan guru dan teman sebaya. Karena itu, kemampuan untuk berbagi, bekerja sama, mendengarkan, menunjukkan empati, hingga menyelesaikan konflik sederhana menjadi bekal penting agar anak dapat membangun hubungan yang positif dengan lingkungan sekitarnya.
Ketiga, pengelolaan perilaku. Anak juga perlu belajar mengikuti instruksi, mempertahankan fokus, menunggu giliran, serta menghadapi rasa frustrasi. Kemampuan tersebut penting karena kegiatan di sekolah memiliki aturan dan rutinitas yang perlu diikuti bersama.
Keempat, kemampuan bahasa. Anak perlu memiliki kemampuan untuk memahami instruksi sekaligus menyampaikan kebutuhan, pikiran, dan perasaannya kepada orang lain. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu anak mengikuti proses pembelajaran sekaligus meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan.
Kelima, regulasi diri. Kemampuan mengelola emosi, impuls, dan kondisi tubuh menjadi bagian penting dari kesiapan sekolah. Dengan regulasi diri yang baik, anak akan lebih mampu mengendalikan responsnya dan tetap mengikuti aktivitas meski menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Keenam, fungsi eksekutif. Kemampuan ini berkaitan dengan bagaimana anak mengingat informasi, mengendalikan diri, berpikir secara fleksibel, membuat rencana, hingga menyelesaikan tugas. Fungsi eksekutif akan banyak digunakan ketika anak harus mengikuti tahapan kegiatan dan menyelesaikan berbagai tugas di sekolah.
Ketujuh, kemampuan sensorimotor dan motorik halus. Aspek ini mendukung keseimbangan, kesadaran tubuh, dan koordinasi gerak anak. Sementara itu, keterampilan motorik halus dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari menulis dan menggunting hingga mengancingkan baju atau menggunakan perlengkapan sekolah.
Kedelapan, persepsi visual. Kemampuan mengolah informasi visual membantu anak mengenali bentuk, menyalin tulisan, serta memahami posisi dan ruang. Keterampilan ini juga mendukung anak ketika mulai berhadapan dengan berbagai materi pembelajaran yang membutuhkan kemampuan mengamati dan membedakan informasi secara visual.