3. Yogurt Yunani

Dari tahun ke tahun, yogurt Yunani tidak pernah absen dalam daftar makanan ramah usus. Teksturnya yang kental menandakan kadar protein lebih tinggi dan laktosa lebih rendah, sehingga cocok bagi perut sensitif.

Probiotik di dalamnya membantu mengisi kembali bakteri baik yang mungkin berkurang akibat pola makan kurang sehat.

Untuk hasil optimal, pilihlah yogurt tawar tanpa pemanis, lalu tambahkan madu atau buah beri sebagai sentuhan rasa manis alami.

Bagi yang menghindari produk susu, alternatif yogurt kelapa atau almond dengan label 'kultur hidup' juga bisa menjadi pilihan.

4. Semangka dan Jeruk Nipis

Kombinasi semangka dengan perasan jeruk nipis jadi duo yang menyegarkan. Semangka menyediakan cairan dan elektrolit, sementara jeruk nipis merangsang aktivitas enzim pencernaan melalui rasa asamnya.

Keduanya menghasilkan camilan ringan yang mendukung hidrasi, detoksifikasi alami, dan kelancaran buang air besar tanpa membebani perut.

5. Sourdough

Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh, asalkan jenisnya tepat. Roti sourdough dibuat melalui fermentasi alami yang lambat sehingga gluten dan pati telah terurai sebagian sebelum dimakan.

Proses ini menjadikannya jauh lebih mudah dicerna dibanding roti biasa. Sourdough asli memiliki rasa asam khas yang lezat dipadukan dengan sup, telur, atau alpukat.

Saat membeli di toko roti, carilah keterangan 'beragi alami' sebagai tanda bahwa roti tersebut benar-benar ramah usus.

6. Brokoli

Brokoli sering dipuji karena vitamin dan mineralnya, namun manfaatnya bagi usus tak kalah besar. Serat brokoli mendukung pergerakan saluran cerna, sementara senyawa sulforafan membantu memperkuat lapisan usus dan melindunginya dari peradangan.

Mengukus brokoli sebentar lebih disarankan daripada memasaknya terlalu matang agar nutrisinya tetap utuh. Sedikit minyak zaitun dan lemon dapat meningkatkan cita rasa sekaligus memudahkan penyerapan vitamin.

7. Buah Beri

Blueberry, raspberry, dan stroberi bukan hanya menarik secara visual. Warna cerahnya menandakan kekayaan serat dan polifenol yang sangat disukai bakteri baik di usus.

Zat antioksidan tersebut juga melawan peradangan dan mendukung kekebalan tubuh.

Semangkuk yogurt Yunani bertabur beri campuran merupakan cara paling mudah memulai atau mengakhiri hari dengan langkah positif untuk pencernaan.

Bahkan buah beri beku pun masih menyimpan sebagian besar khasiatnya, sehingga layak disimpan sepanjang tahun.

Baca Juga: Awas! Ini 5 Jenis Makanan yang Bisa Merusak Usus, Apa Penggantinya?