Growthmates, di era serba digital, membaca buku kini semakin mudah berkat kehadiran ebook yang bisa diakses kapan saja melalui ponsel, tablet, atau e-reader.
Meski begitu, tidak sedikit orang yang tetap setia memilih buku fisik. Sensasi membalik halaman, aroma khas kertas, hingga kepuasan mengoleksi buku di rak ternyata masih memiliki daya tarik yang sulit tergantikan.
Menariknya, pilihan tersebut bukan sekadar soal selera atau nostalgia. Sejumlah penelitian mengungkap bahwa orang yang lebih menyukai buku fisik cenderung memiliki karakter dan kekuatan psikologis tertentu.
Lantas, apa saja? Dikutip dari Times of India, Senin (3/8/2026), berikut 7 kekuatan psikologis yang kerap dimiliki para pencinta buku fisik.
1. Memiliki Kemampuan Fokus yang Lebih Baik
Salah satu alasan utama banyak orang tetap memilih buku cetak adalah minimnya gangguan saat membaca. Tidak ada notifikasi, pesan masuk, atau godaan untuk membuka aplikasi lain yang dapat memecah konsentrasi.
Survei terhadap 10.293 mahasiswa di 21 negara yang dipublikasikan dalam PLOS One menemukan bahwa mayoritas responden lebih menyukai buku fisik untuk membaca materi akademik karena dianggap membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
Sebaliknya, teks digital lebih dipilih ketika faktor kepraktisan menjadi prioritas.
Pilihan membaca buku cetak menunjukkan kecenderungan seseorang untuk menciptakan lingkungan yang mendukung fokus, alih-alih mengandalkan kemampuan berkonsentrasi semata.
2. Lebih Mudah Memahami Alur Bacaan
Membaca buku fisik tidak hanya melibatkan isi cerita, tetapi juga pengalaman visual dan spasial. Pembaca sering kali mengingat letak suatu adegan di halaman tertentu atau memperkirakan posisi cerita berdasarkan ketebalan halaman yang telah dibaca.
Hal ini diperkuat oleh penelitian Anne Mangen dan tim pada 2019. Dalam eksperimen tersebut, peserta diminta membaca cerita misteri yang sama dalam format buku cetak maupun Kindle.
Meski hasil pemahaman secara umum serupa, pembaca buku fisik terbukti lebih baik dalam menyusun kembali kronologi peristiwa dalam cerita.
Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi fisik dengan buku membantu otak membangun peta mental terhadap isi bacaan.
3. Mengutamakan Pengalaman daripada Kepraktisan
Tidak dapat dimungkiri bahwa ebook menawarkan banyak kemudahan. Ribuan buku dapat disimpan dalam satu perangkat, mudah dicari, dan dilengkapi berbagai fitur penyesuaian.
Namun, orang yang tetap memilih buku fisik biasanya tidak hanya mengejar efisiensi. Mereka menikmati tekstur kertas, desain sampul, sensasi membalik halaman, hingga melihat progres bacaan secara nyata.
Meta-analisis yang dilakukan Pablo Delgado dan rekan-rekannya juga menemukan adanya keunggulan kecil buku cetak dibandingkan format digital dalam memahami teks informatif, terutama ketika pembaca berada di bawah tekanan waktu.
Baca Juga: 5 Ciri Kepribadian Seseorang yang Gemar Membaca Buku, Ada dalam Diri Kamu Gak?