Program Studi Penerbitan Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar Journalistic Expo Day pada 14–16 September 2026. Bertempat di lantai 3 Perpustakaan PNJ, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan beragam karya jurnalistik yang dihasilkan selama proses perkuliahan.
Pameran tersebut menampilkan berbagai karya, mulai dari foto jurnalistik, majalah, koran, hingga logbook Homeless Media. Tak hanya pameran, pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah aktivitas interaktif, seperti simulasi menjadi news anchor dan mencoba wahana podcast.
Beragam karya yang dipamerkan menunjukkan proses mahasiswa dalam mengolah informasi ke dalam berbagai bentuk media. Foto jurnalistik, misalnya, mengangkat sejumlah peristiwa dan kondisi di sekitar masyarakat. Sementara itu, majalah dan koran memperlihatkan proses produksi jurnalistik mulai dari penulisan, penyuntingan, hingga tata letak.
Logbook Homeless Media juga menjadi bagian dari karya yang ditampilkan dalam pameran. Kehadiran berbagai bentuk karya tersebut membuat pengunjung tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga mengenal proses kreatif dan keterampilan yang diterapkan mahasiswa selama menjalani perkuliahan.
Suasana pameran pun terlihat ramai dengan kehadiran mahasiswa, dosen, dan pengunjung. Karya yang disajikan dalam bentuk tulisan, visual, audio, hingga produk media menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Salah satu mahasiswa yang berkunjung, Laudya Lisa dari PB 3B, mengapresiasi pelaksanaan Journalistic Expo Day. Menurutnya, kegiatan tersebut dipersiapkan dengan matang dan menghadirkan narasumber yang relevan dengan dunia jurnalistik.
“Acaranya keren, dipersiapkan dengan sangat matang dan terkonsep rapi. Narasumber yang dihadirkan juga profesional dan materinya sangat berbobot,” ungkap Laudya.
Ia berharap penyelenggaraan Journalistic Expo Day pada tahun berikutnya dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dari jurusan lain di PNJ.
“Harapannya untuk Journey tahun depan promosinya bisa lebih diperluas lagi ke jurusan lain di luar TGP, supaya karya-karya mahasiswa jurnalistik bisa dinikmati oleh audiens yang jauh lebih luas,” ujarnya.
Selain menjadi ruang pamer, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dibuat sebagai bagian dari tugas perkuliahan ke hadapan publik. Proses riset, wawancara, penulisan, penyuntingan, hingga produksi media kemudian dikemas menjadi karya yang dapat dinikmati pengunjung.
Bagi mahasiswa peserta pameran, kesempatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap proses yang telah mereka jalani. Rangga, salah satu mahasiswa peserta pameran, mengaku senang ketika karya yang dibuatnya bersama teman-teman mendapat perhatian dari pengunjung.
“Pasti senang rasanya, karena karya yang sudah kami buat ternyata diapresiasi di sini. Semoga pameran ini bisa menjadi inspirasi buat teman-teman semester bawah dalam menyelesaikan tugas akhir mereka, sekaligus jadi motivasi bagi kami sendiri untuk membuat karya yang jauh lebih baik lagi ke depannya,” tutur Rangga.
Ia juga mengaku tidak kecewa meskipun salah satu karyanya hanya ditampilkan melalui logbook. Menurutnya, keberadaan logbook tersebut tetap menjadi bentuk apresiasi dari jurusan terhadap karya yang telah dikerjakan bersama teman-temannya.
Untuk pelaksanaan tahun depan, Rangga berharap Journalistic Expo Day dapat dikemas lebih meriah dengan menghadirkan inovasi dan perlombaan yang masih berkaitan dengan bidang jurnalistik, seperti kompetisi news anchor dan pembuatan artikel. Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa yang terlibat sebagai panitia.
Rangkaian kegiatan yang memadukan pameran, talk show, dan wahana interaktif tersebut menunjukkan bahwa karya jurnalistik mahasiswa dapat hadir dalam berbagai bentuk. Journalistic Expo Day pun tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan hasil tugas kuliah, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi kreativitas, menyampaikan informasi, dan berinteraksi dengan publik.
Bagi mahasiswa Penerbitan Jurnalistik, karya yang dipamerkan menjadi hasil dari proses panjang yang melibatkan riset dan kerja lapangan. Di balik setiap karya terdapat proses belajar, kerja sama, serta upaya mahasiswa untuk mengangkat berbagai hal yang mereka temukan di lingkungan sekitar.
Disclaimer: artikel ini merupakan tugas kelompok dari mahasiswa Penerbitan, PNJ, di antaranya:
- M. Nouza Dwi P. Sukandar;
- Fayola Nur Alifah;
- Farah Adiba L;
- Hafsah Pun U. Zahira;
- Pradhita Yektining.