Masuknya Jhonny Thio Doran dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 menandai fase penting perjalanan seorang pengusaha yang membangun bisnisnya dari keterbatasan. Bagi CEO JETE dan Doran Group tersebut, pengakuan ini bukan hasil dari proses singkat, melainkan akumulasi dari konsistensi, keberanian mengambil risiko, dan visi jangka panjang dalam membangun brand lokal teknologi.
Penghargaan ini diberikan kepada pemimpin muda yang dinilai membawa dampak melalui kepemimpinan dan kontribusi ekonomi. Dalam hal ini, Jhonny menginspirasi masyarakat tentang bagaimana transformasi JETE dari bisnis kecil menjadi brand teknologi lokal yang kini hadir di sektor aksesoris gadget, smart home solution, dan wearable technology.
“Penghargaan Fortune 40 Under 40 bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, ini menjadi pengakuan bahwa brand lokal Indonesia mampu bersaing dan bertumbuh dengan standar yang kuat,” ujar Jhonny.
Merintis Usaha dari Kamar Kost
Perjalanan bisnis Jhonny dimulai pada tahun 2008. Saat itu, ia menjual jam tangan dan aksesoris ponsel secara konvensional dengan mendatangi toko satu per satu. Seluruh aktivitas usaha dijalankan dari sebuah kamar kost kecil yang berfungsi ganda sebagai tempat tinggal sekaligus penyimpanan barang jualannya.
Keterbatasan ruang dan modal justru membentuk karakter dan mental bisnis yang disiplin. Dari fase ini, Jhonny belajar memahami pasar secara langsung dan menyadari bahwa membangun usaha bukan tentang kecepatan, melainkan daya tahan yang tangguh di berbagai kondisi.
Ruang sempit tersebut menjadi saksi bagaimana bisnisnya tumbuh secara perlahan, tetapi konsisten, melalui pengelolaan yang hati-hati dan fokus pada kebutuhan pasar.

Mulai Beradaptasi Lewat Kanal Digital
Menyadari keterbatasan penjualan offline, Jhonny mulai memanfaatkan kanal digital melalui platform Kaskus, yang pada masa itu menjadi salah satu medium jual-beli online paling aktif. Langkah ini membuka akses ke pasar yang lebih luas sekaligus mempercepat pertumbuhan usaha.
Keuntungan yang diperoleh tidak langsung dinikmati, melainkan diputar kembali sebagai modal. Pada 2009, bersama rekan bisnisnya, Jhonny memfokuskan usaha pada penjualan aksesoris gadget seperti powerbank dan memperluas jaringan distribusi dengan menggandeng berbagai brand.
Seiring berjalannya waktu, dari sinilah muncul gagasan untuk membangun brand sendiri yang dapat memberi dampak lebih luas.
Mendirikan JETE dan Membangun Arah Bisnis
Keputusan tersebut diwujudkan pada 2014 dengan membangun brand JETE. Sejak awal, JETE diposisikan sebagai brand teknologi yang menghadirkan produk fungsional, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Namun bagi Jhonny, membangun JETE tidak berhenti pada produk semata. Ia memilih pendekatan ekosistem, mencakup ritel, distribusi, hingga layanan purna jual.
“Saya berpandangan membangun brand teknologi bukan hanya soal produk. Ada hal penting lain yang mesti diperhitungkan, juga tentang membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata,” kata Jhonny.
Pendekatan ini kemudian dikenal dengan konsep affordable innovation, yakni menghadirkan kualitas berstandar global yang tetap relevan dengan daya beli pasar domestik.
Tumbuh di Tengah Tantangan dan Krisis
Tantangan besar hadir pada fase awal pertumbuhan, termasuk saat pandemi COVID-19 mulai mempengaruhi iklim usaha. Saat banyak pelaku bisnis menahan ekspansi, JETE justru membuka official store fisik pertamanya di WTC Surabaya pada Agustus 2019.
Langkah tersebut menjadi simbol optimisme dan keyakinan terhadap potensi pasar jangka panjang. Pada periode yang sama, Jhonny juga mendirikan Doran Gadget, yang berfokus pada pengembangan produk Internet of Things (IoT). Seluruh unit usaha tersebut berada di bawah payung Doran Group.
Ekspansi Nasional dan Global
Hingga akhir 2025, JETE telah mengoperasikan lebih dari 150 gerai ritel di berbagai kota besar di Indonesia. Pada 2026, ekspansi ditargetkan menembus lebih dari 200 gerai, termasuk ke kota-kota tier dua serta lokasi strategis seperti bandara dan stasiun.
“Bagi kami, ritel fisik tetap menjadi nilai strategis karena konsumen perlu mencoba dan mengalami produk secara langsung. Toko juga menjadi pusat brand experience dan layanan purna jual,” ujar Jhonny.
Selain memperkuat pasar domestik, JETE juga mempersiapkan langkah ekspansi global melalui pengembangan entitas bisnis di Shenzhen, Tiongkok, seiring pesatnya perkembangan teknologi di kawasan tersebut.
Kepemimpinan dan Dampak Positif
Di luar bisnis, Jhonny aktif dalam berbagai organisasi kewirausahaan dan saat ini dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN).
Dari usaha yang bermula di kamar kost, Jhonny kini memimpin lebih dari 1.000 karyawan di berbagai kota di Indonesia. Perjalanan panjang tersebut mengantarkannya masuk dalam daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 sebagai salah satu tokoh bisnis yang inspiratif tahun ini.
“Ini bukan tentang saya, tetapi tentang tim dan tentang bagaimana kami membangun kepercayaan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat,” tutup Jhonny.