Alexander Tedja merupakan salah satu taipan Indonesia yang bergerak di bisnis properti. Tedja dikenal luas lewat kesuksesan besarnya membangun PT Pakuwon Jati Tbk yang ia dirikan pada 1982.

Perusahaan properti yang didirikan Tedja memang berbeda dengan perusahaan properti pada umumnya di masa itu, Pakuwon merupakan perusahaan properti spesialis dalam konsep superblok terintegrasi mulai dari ritel, hunian, perkantoran dan  hotel. 

PT Pakuwon Jati Tbk sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1989, mulanya perusahaan ini berfokus di Surabaya, Jakarta kini pengembangan bisnisnya menyasar sejumlah kota besar seperti Semarang, Solo, Yogyakarta hingga Bali. 

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Pakuwon Group Milik 'Raja Mal' Alexander Tedja

Kesuksesan Tedja bersama Pakuwon bukan sebuah keberhasilan bisnis yang datang secara tiba-tiba, Tedja sebelumnya telah mencoba peruntungan di beberapa sektor, namun jalannya tak selalu mulus. Tersungkur tetapi tetap bangkit, gagal namun mencoba lagi berkali-kali.  

Pengalaman bisnis masa lalu setidaknya menjadi bahan bakar untuk memulai hal-hal baru, Tedja yang ditempah dengan sangat keras di dunia bisnis akhirnya bisa membuktikan diri bersama Pakuwon yang kini telah bertrasformasi sebuah kerjaan bisnis ternama di Indonsia. 

Awal Mula Berbisnis

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kesuksesan Tedja membangun Pakuwon bukan keberuntungan yang jatuh dari langit, raksasa properti itu merupakan akumulasi perjuangan keras Tedja selama bertahun-tahun. 

Tedja pertama kali terjun ke dunia bisnis pada 1972, ia memulainya dari bisnis industri hiburan khususnya di sektor perfilman dan bioskop dengan mendirikan PT ISAE FILM yang langsung melejit ketika itu. Tedja langsung mendirikan PT Menara Mitra Cinema Corp setelah lima tahun, selanjutnya mendirikan PT Pan Asiatic Film pada tahun 1991 atau 14 tahun setelahnya. 

Kendati bisnis di Industri hiburan lumayan menjanjikan, namun Tedja bukan tipe pengusaha yang betah di zona nyaman, godaan untuk memulai tantangan baru gagal ia halau. Naluri bisnisnya membidik sektor properti sebagai lapak baru ajang unjuk kemampuan.

Lewat berbagai pertimbangan serta  hitung-hitungan untung rugi, Tedja membulatkan tekadnya untuk memulai petualangan baru, maka pada 1982 lahirlah PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Proyek Perdana

Menjadi pendatang baru di dunia bisnis properti, Tedja langsung tancap gas, bersama PWON Tedja menggarap proyek raksasa. Sebuah keputusan berani dan penuh risiko, Ini adalah proyek pertaruhan hidup dan mati,  jika gagal maka riwayat  PWON mungkin saja bisa langsung tamat di awal perjalanannya, tetapi kalau berhasil ia bisa menjadi mimpi buruk bagi para kompetitor sekaligus menjadi momentum untuk menancapkan namanya di industri properti Tanah Air. 

1986 nama PWON dan Tedja benar meledak, dunia industri properti terhentak ketika  Plaza Tunjungan I Surabaya resmi dioperasikan, itu adalah karya perdana Tedja. Sebuah mahakarya yang didirikan di atas sebidang tanah yang beli di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Tunjungan Plaza menjadi satu-satunya perbelanjaan modern dan terbesar di kota tersebut.

Tetapi itu belum selesai, kesuksesan besar pada proyek perdana tak lantas bikin Tedja berpuas diri. Ia kembali menantang dirinya sendiri dengan deretan mahakarya berikutnya, maka lahirlah  Plaza Tunjungan II & III, Hotel Sheraton Surabaya, Menara Mandiri, Kondominium Regensi, hingga Plaza Tunjungan IV, yang seluruhnya mulai beroperasi pada tahun 2002.

Rangkaian proyek ini menjadi superblok pertama di Surabaya yang menjadi cikal bakal lahirnya Tunjungan City ini sekaligus menegaskan identitas PWON sebagai perusahaan properti spesialis superblok. 

Ekspansi Jakarta

Sukses besar di Surabaya, Tedja tak mau PWON hanya dikenal sebagai pemain lokal, Tunjungan City menjadi portofolio yang sayang sekali kalau tak diperkenalkan ke dunia luar, ini bisa  menjadi bekal mengekspansi kota-kota lain, dan Jakarta ada di urutan pertama sebagai kota  tujuan ekspansi PWON.

Pada 2007 Tedja benar-benar melenggang ke Ibu Kota, deretan mahakara yang lahir dari tangan dinginnya jelas bikin Tedja percaya diri, ia lalu mengakuisisi  83,3 persen saham PT Artisan Wahyu, pengembang superblok Gandaria City. 

Baca Juga: Menapaki Jejak Kesuksesan Alexander Tedja: Raja Properti Indonesia, Pemilik Mal-Mal Elite di Jakarta

Langkah Tedja membawa PWON tak berhenti sampai di situ, ia benar-benar menjadi pemain utama di Industri properti Jakarta, sukses mengakuisisi saham PT Artisan Wahyu, Tedja membawa PWON mengembangkan Kota Kasablanka di kawasan segitiga emas Jakarta dan membangun properti multifungsi di TB Simatupang, Jakarta Selatan.