4. Memicu Sakit Kepala dan Nyeri Fisik

Tidur terlalu lama, terutama saat akhir pekan, bisa menjadi salah satu pemicu sakit kepala bagi sebagian orang. Perubahan jadwal tidur yang mengganggu pola istirahat juga dapat memengaruhi zat kimia di otak, termasuk serotonin, yang berperan dalam mengatur tidur dan rasa nyeri.

Selain sakit kepala, terlalu lama berbaring juga dapat memperburuk nyeri fisik, terutama nyeri punggung. Berada dalam posisi yang sama selama berjam-jam bisa membuat tubuh terasa kaku dan tidak nyaman ketika kembali bergerak.

Karena itu, penting untuk menjaga jadwal tidur tetap teratur dan mengimbangi waktu istirahat dengan aktivitas fisik. Jika sakit kepala atau nyeri terus berulang, sebaiknya perhatikan pola tidur dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.

Baca Juga: Tidur 8 Jam tapi Bangun Tetap Lelah? Dokter Ungkap 6 Penyebab yang Jarang Disadari

5. Mengganggu Kinerja Kognitif

Kinerja kognitif mencakup berbagai kemampuan otak dalam memproses informasi, mulai dari berkonsentrasi, mengingat, belajar, hingga memahami dan menggunakan bahasa. Ketika tidur terlalu lama, sebagian orang justru bisa terbangun dengan perasaan lesu dan sulit fokus.

Sebuah penelitian yang melibatkan 5.431 orang berusia 35–55 tahun dilakukan oleh tim dari Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran University College London. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menunjukkan adanya hubungan antara durasi tidur dan kemampuan kognitif, termasuk memori, penalaran, dan kosakata.

Tidur berlebihan juga bisa membuat seseorang merasa kurang fokus atau lebih mudah lupa saat menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, durasi tidur yang panjang tidak selalu menjadi penyebab langsung penurunan fungsi kognitif karena bisa pula berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Jika sering merasa membutuhkan waktu tidur lebih dari 10 jam setiap malam atau tetap merasa lelah meski sudah tidur lama, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.