2. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Tidur berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan gangguan toleransi glukosa, yaitu kondisi ketika tubuh mengalami kesulitan mengolah gula darah dengan baik.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Université Laval menemukan adanya hubungan antara durasi tidur yang terlalu lama dan risiko gangguan metabolisme glukosa. Selain itu, penelitian lain dalam jurnal BMC Public Health menemukan bahwa tidur lebih dari 10 jam sehari berkaitan dengan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi yang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung.

Baca Juga: Benarkah Magnesium Bikin Tidur Lebih Nyenyak? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Durasi tidur yang terlalu panjang juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan kematian dini. Sebuah analisis yang diterbitkan dalam jurnal Journal of the American Heart Association menggabungkan data dari 74 penelitian yang melibatkan lebih dari tiga juta orang.

Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 10 jam secara teratur memiliki risiko kematian sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur selama delapan jam. Tidur selama 10 jam atau lebih juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat stroke sebesar 56% dan penyakit kardiovaskular sebesar 49%.

Meski begitu, temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara durasi tidur dan risiko kesehatan, bukan berarti tidur terlalu lama secara langsung menyebabkan penyakit jantung atau kematian dini.