Tren Work from Home (WFH) kembali menjadi sorotan seiring penerapan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di hari Jumat. Meski demikian, bagi sebagian pekerja di Indonesia, WFH sejatinya telah menjadi bagian dari gaya hidup sejak beberapa tahun terakhir.

Seiring perubahan pola kerja tersebut, tantangan yang dihadapi pun ikut berkembang. Bukan hanya soal ketersediaan ruang, tetapi juga bagaimana menyesuaikan ritme rumah yang dinamis. 

IKEA Indonesia membagikan sejumlah tips sederhana agar aktivitas bekerja dari rumah tetap nyaman sekaligus produktif.

Baca Juga: Kritik WFH, Jusuf Kalla: Penggunaan Lampu dan AC di Kantor tak Ada Hubungannya dengan BBM

Menurut Melina Ardianti Hadiatmodjo, kebiasaan WFH saat ini berbeda dibandingkan masa pandemi.

“Dulu WFH muncul karena keharusan, sehingga ruang apa pun bisa dijadikan tempat kerja. Sekarang, WFH lebih seperti fleksibilitas yang perlu disesuaikan dengan ritme rumah, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak orang sebenarnya telah menemukan “sudut kerja” masing-masing, seperti di meja makan, dekat jendela, atau area yang diberi pembatas sederhana. Namun, kenyamanan jangka panjang tetap menjadi faktor penting yang sering terabaikan.

Baca Juga: Sudah Terbukti Saat Pandemi Covid-19, Pakar Sebut WFH Tak akan Ganggu Produktivitas Perusahaan

Berikut tujuh tips menata ruang kerja di rumah agar lebih nyaman dan produktif:

1. Tentukan Sudut Kerja yang Mendukung Fokus

Tidak harus memiliki ruang khusus, yang terpenting adalah menemukan area yang membuat kamu lebih fokus. Sudut kecil dengan pencahayaan baik dan kursi nyaman sudah cukup untuk menunjang produktivitas.

2. Ciptakan Pembeda antara Area Kerja dan Santai

Gunakan elemen sederhana seperti karpet, meja lipat, atau bahkan perubahan posisi duduk untuk memberi batas visual antara waktu kerja dan waktu istirahat.

Baca Juga: Tak Ideal, WFH Hari Jumat Berpotensi Jadi Long Weekend, ASN Bisa Plesiran

3. Maksimalkan Pencahayaan

Cahaya alami adalah pilihan terbaik. Jika tidak memungkinkan, tambahkan lampu meja atau lampu lantai untuk mengurangi kelelahan mata dan meningkatkan konsentrasi.

4. Perhatikan Posisi Duduk

Kenyamanan tidak selalu harus dengan kursi kantor. Gunakan bantal sebagai penopang punggung atau footrest sederhana agar tubuh tidak cepat lelah. Variasi posisi kerja juga dapat membantu mengurangi ketegangan.

Baca Juga: Ancaman Keras Gubernur Pramono: ASN yang WFH di Kafe akan Dibinasakan!

5. Kelola Kebisingan Secara Realistis

Gangguan suara di rumah tidak bisa dihindari sepenuhnya. Gunakan solusi seperti tirai tebal, karpet, atau headset noise cancelling untuk membantu menjaga fokus, terutama saat rapat online.

6. Jaga Kerapian Area Kerja

Simpan barang yang tidak diperlukan agar meja tetap rapi. Gunakan rak, kotak penyimpanan, atau troli kecil untuk memudahkan pengaturan dan menjaga kenyamanan visual.

7. Bangun Rutinitas Harian

Rutinitas kecil seperti menyiapkan meja kerja atau membuat minuman sebelum mulai bekerja dapat membantu memberi sinyal awal aktivitas. Begitu pula saat mengakhiri hari kerja, penting untuk “menutup” aktivitas agar tidak terbawa ke waktu istirahat.

Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, mengatakan bahwa setiap rumah memiliki tantangan berbeda dalam menyesuaikan ruang kerja.

“Kami ingin membantu masyarakat menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing, agar aktivitas bekerja dari rumah bisa lebih nyaman dan seimbang,” ujarnya.

Dengan penataan yang tepat, rumah tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga ruang multifungsi yang mendukung produktivitas. WFH pun dapat dijalani dengan lebih nyaman tanpa mengorbankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.