Benjamin Graham sendiri dikenal sebagai ‘Bapak Value Investing’. Ia mengajarkan pendekatan investasi yang disiplin dengan fokus pada perusahaan berkualitas yang dihargai lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Selain menjadi penulis The Intelligent Investor, Graham juga mengajar di Columbia Business School, tempat Buffett pernah menjadi muridnya.

Buffett juga kerap menekankan bahwa investasi pada pengetahuan akan terus memberikan keuntungan sepanjang hidup. Saat berbicara di hadapan mahasiswa MBA Columbia Business School pada tahun 2000, ia mengibaratkan ilmu pengetahuan seperti bunga majemuk yang nilainya terus bertambah seiring waktu.

"Pengetahuan itu seperti bunga majemuk. Bacalah 500 halaman seperti ini setiap hari. Kalian semua bisa melakukannya, tetapi saya jamin tidak banyak dari kalian yang akan melakukannya,” bebernya.

Di luar dunia investasi, Buffett juga terkenal karena gaya hidupnya yang sederhana meski memiliki kekayaan ratusan miliar dolar. Ia masih tinggal di rumah yang dibelinya puluhan tahun lalu dan dikenal sebagai pelanggan setia McDonald's.

Bahkan, Buffett pernah mengajak pendiri Microsoft, Bill Gates, makan di McDonald's favoritnya menggunakan kupon diskon. Menariknya, pilihan menu sarapan Buffett juga dipengaruhi oleh kondisi pasar saham.

Dalam sebuah film dokumenter, Buffett menceritakan bahwa setiap pagi ia membawa uang pas sebesar 2,61 dolar AS, 2,95 dolar AS, atau 3,17 dolar AS, tergantung suasana pasar.

"Ketika saya merasa kurang makmur, saya mungkin memilih 2,61 dolar AS. Itu dua patty sosis yang saya satukan, lalu saya menuangkan Coca-Cola untuk diri saya sendiri. Jika pasar sedang turun pagi ini, saya akan melewatkan yang 3,17 dolar AS dan memilih yang 2,95 dolar AS,” pungkasnya.

Baca Juga: Ingin Sukses seperti Warren Buffett? Baca 6 Buku Rekomendasi Investor Legendaris Ini