Nama Warren Buffett identik dengan kesuksesan berinvestasi. Selama puluhan tahun, CEO Berkshire Hathaway tersebut dikenal sebagai salah satu investor paling sukses di dunia berkat strategi investasi nilai (value investing) yang konsisten menghasilkan keuntungan besar.

Namun, Buffett justru pernah mengungkapkan bahwa investasi terbaik yang pernah ia lakukan bukanlah membeli saham, obligasi, ataupun membangun bisnis.

Menurutnya, investasi paling berharga dalam hidup datang dari keputusan-keputusan yang membentuk kehidupannya secara pribadi dan intelektual.

Dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway pada 2010, Buffett menyebut rumah yang ia beli di Omaha, Nebraska, pada 1958 sebagai ‘investasi terbaik ketiga’ dalam hidupnya.

Rumah seluas sekitar 6.570 kaki persegi itu dibeli seharga 31.500 dolar AS dan hingga kini masih menjadi tempat tinggalnya. Namun, posisi teratas justru ditempati oleh sesuatu yang jauh dari dunia pasar modal.

"Dari semua investasi yang pernah saya lakukan, pembelian dua surat nikah saya adalah yang terbaik,” terang Buffet, dikutip dari The Economic Times, Kamis (23/7/2026).

Buffett menikah dengan Susan Thompson pada 1952 dan hidup bersama hingga Susan meninggal dunia pada 2004. Dua tahun kemudian, ia menikahi Astrid Menks.Bagi Buffett, keputusan memilih pasangan hidup merupakan investasi yang memberikan nilai paling besar dibandingkan aset finansial apa pun.

Selain pernikahan, Buffett juga menganggap membeli buku sebagai salah satu keputusan investasi terbaik dalam hidupnya. Dalam surat tahunan Berkshire Hathaway tahun 2013, ia secara khusus menyoroti The Intelligent Investor karya mentornya, Benjamin Graham.

"Saya tidak ingat berapa yang saya bayar untuk salinan pertama The Intelligent Investor. Berapa pun harganya, itu akan menggarisbawahi kebenaran pepatah Ben: 'Harga adalah apa yang Anda bayar, nilai adalah apa yang Anda dapatkan.' Dari semua investasi yang pernah saya lakukan, membeli buku Ben adalah yang terbaik (kecuali pembelian dua surat nikah saya),” ungkapnya,

Buku tersebut memperkenalkan Buffett pada filosofi value investing, yaitu membeli perusahaan yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya dan menahannya untuk jangka panjang. Prinsip inilah yang kemudian menjadi fondasi strategi investasi Buffett selama lebih dari enam dekade.

Baca Juga: Warren Buffett Peringatkan Pasar Saham Makin Mirip Perjudian, Investor Diminta Waspada

Benjamin Graham sendiri dikenal sebagai ‘Bapak Value Investing’. Ia mengajarkan pendekatan investasi yang disiplin dengan fokus pada perusahaan berkualitas yang dihargai lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Selain menjadi penulis The Intelligent Investor, Graham juga mengajar di Columbia Business School, tempat Buffett pernah menjadi muridnya.

Buffett juga kerap menekankan bahwa investasi pada pengetahuan akan terus memberikan keuntungan sepanjang hidup. Saat berbicara di hadapan mahasiswa MBA Columbia Business School pada tahun 2000, ia mengibaratkan ilmu pengetahuan seperti bunga majemuk yang nilainya terus bertambah seiring waktu.

"Pengetahuan itu seperti bunga majemuk. Bacalah 500 halaman seperti ini setiap hari. Kalian semua bisa melakukannya, tetapi saya jamin tidak banyak dari kalian yang akan melakukannya,” bebernya.

Di luar dunia investasi, Buffett juga terkenal karena gaya hidupnya yang sederhana meski memiliki kekayaan ratusan miliar dolar. Ia masih tinggal di rumah yang dibelinya puluhan tahun lalu dan dikenal sebagai pelanggan setia McDonald's.

Bahkan, Buffett pernah mengajak pendiri Microsoft, Bill Gates, makan di McDonald's favoritnya menggunakan kupon diskon. Menariknya, pilihan menu sarapan Buffett juga dipengaruhi oleh kondisi pasar saham.

Dalam sebuah film dokumenter, Buffett menceritakan bahwa setiap pagi ia membawa uang pas sebesar 2,61 dolar AS, 2,95 dolar AS, atau 3,17 dolar AS, tergantung suasana pasar.

"Ketika saya merasa kurang makmur, saya mungkin memilih 2,61 dolar AS. Itu dua patty sosis yang saya satukan, lalu saya menuangkan Coca-Cola untuk diri saya sendiri. Jika pasar sedang turun pagi ini, saya akan melewatkan yang 3,17 dolar AS dan memilih yang 2,95 dolar AS,” pungkasnya.

Baca Juga: Ingin Sukses seperti Warren Buffett? Baca 6 Buku Rekomendasi Investor Legendaris Ini