Dalam sebuah wawancara pada 2018, ia mengatakan bahwa jika uang sebesar 114 dolar AS yang digunakan untuk membeli saham tersebut diinvestasikan ke indeks S&P 500 dan dividennya terus diinvestasikan kembali, nilainya saat ini bisa mencapai sekitar 400.000 dolar AS.
"Jika saya menginvestasikan 114 dolar AS itu ke S&P 500 pada waktu itu dan menginvestasikan kembali dividennya, bayangkan berapa nilainya hari ini. Jawabannya sekitar 400.000 dolar AS. Itulah Amerika," ungkap Buffett.
Di luar reputasinya sebagai investor ulung, Warren Buffett juga dikenal sebagai salah satu filantropis terbesar di dunia. Pada 2006, ia berkomitmen menyumbangkan lebih dari 99 persen kekayaannya untuk kegiatan amal, baik semasa hidup maupun setelah meninggal dunia.
Awal bulan Juli 2026 ini, Buffett kembali menunaikan komitmen tersebut dengan menyumbangkan hampir 6 miliar dolar AS dalam bentuk saham Berkshire Hathaway kepada empat yayasan keluarga yang dikelola oleh anak-anaknya, yakni Susie, Howard, dan Peter Buffett.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh sisa kepemilikan sahamnya akan disalurkan untuk kegiatan filantropi dalam beberapa tahun mendatang.
"Tentu saja, kematian tidak dapat diprediksi, tetapi sisa saham saya akan disumbangkan ke empat yayasan dengan satu atau lain cara paling lambat 31 Desember 2034," kata Buffett.
Berdasarkan data Forbes, Warren Buffett saat ini menempati posisi kesembilan sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih sekitar 149 miliar dolar AS.
Meski dikenal sebagai salah satu sosok paling kaya di dunia, Buffett berkali-kali menegaskan bahwa kesuksesannya tidak lepas dari kombinasi bakat, kerja keras, serta keberuntungan yang menurutnya tidak dimiliki semua orang.
Baca Juga: Siap Lepas Harta Rp2.500 Triliun, Warren Buffett Akui Bayar Pajak Lebih Rendah dari Sekretarisnya