Investor legendaris Warren Buffett menyebut dirinya sebagai salah satu dari 10 orang paling beruntung di dunia.

Menurut CEO Berkshire Hathaway tersebut, kesuksesan luar biasa yang diraihnya tidak hanya berasal dari kemampuan berinvestasi, tetapi juga dari keberuntungan karena sejak kecil telah berada di lingkungan yang mengenalkannya pada dunia investasi.

Dalam wawancara bersama CNBC, Buffett mengaku perjalanan hidupnya dipenuhi berbagai ‘kecelakaan yang menguntungkan’. Salah satunya adalah memiliki ayah yang berkecimpung di dunia keuangan sehingga ia bisa mengenal pasar saham sejak usia dini.

Paparan awal tersebut menjadi fondasi yang kemudian membentuk salah satu investor paling sukses sepanjang sejarah.

"Jika ayah saya seorang tukang ledeng, saya tidak akan memiliki keuntungan yang sama seperti yang saya miliki. Jadi saya sangat beruntung. Dan kemudian, seiring berjalannya hidup, saya telah melihat betapa tidak beruntungnya beberapa orang," ungkap Warren Buffett.

Buffett mengatakan, dirinya beruntung menemukan bidang yang benar-benar ia sukai sekaligus sesuai dengan bakat alaminya.

Menurutnya, investasi adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan khusus, dan ia merasa beruntung dapat menemukannya sejak masih sangat muda.

Kini di usia 95 tahun, Buffett juga mengaku bersyukur masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk terus berkarya. Ia bahkan menganggap usia panjang yang dinikmatinya sebagai bentuk keberuntungan.

"Saya mulai kehilangan akal sehat saat ini. Saya mengumpulkan akal sehat lebih lama dari yang seharusnya. Dan itu hanya masalah keberuntungan," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah Buffett memutuskan mundur dari posisi puncak Berkshire Hathaway. Meski demikian, filosofi dan strategi investasinya diyakini akan terus menjadi rujukan para investor di seluruh dunia selama bertahun-tahun ke depan.

Perjalanan Buffett sebagai investor dimulai ketika usianya baru 11 tahun. Pada 1942, ia membeli saham pertamanya, yakni perusahaan gas alam Cities Service, seharga 38 dolar AS per lembar.

Pembelian itu dilakukan tidak lama setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor di tengah Perang Dunia II. Namun, Buffett mengaku keputusan investasi pertamanya bukanlah yang terbaik.

Baca Juga: Kisah dari 5 Kaleng Coca-Cola Sehari, Warren Buffett Raup Untung Puluhan Miliar Dolar AS