Meski demikian, Buffett menegaskan dirinya dan Charlie Munger tidak keberatan apabila perusahaan menjelaskan adanya kejadian luar biasa yang memengaruhi laba.
Yang mereka tolak adalah kebiasaan menghilangkan biaya-biaya nyata hanya demi menghasilkan laba per saham yang tampak lebih tinggi.
Menurut Buffett, praktik tersebut berbahaya karena dapat menciptakan budaya perusahaan yang tidak sehat.
"Manajemen yang secara rutin mencoba mengabaikan biaya yang sangat nyata dengan menonjolkan laba per saham yang disesuaikan membuat kami khawatir. Perilaku seperti itu dapat menular karena CEO yang terus mengejar angka tinggi akan mendorong bawahannya melakukan hal serupa," ujarnya.
Buffett juga mengaku dirinya dan Munger selalu merasa tidak nyaman ketika mendengar analis memuji perusahaan yang terus-menerus berhasil memenuhi target laba.
Menurutnya, dunia bisnis penuh ketidakpastian sehingga mustahil sebuah perusahaan selalu mencapai angka yang telah diproyeksikan. Ketika realisasi tidak sesuai harapan, tekanan dari pasar berpotensi mendorong manajemen untuk memoles laporan keuangan.
"Bisnis terlalu sulit diprediksi sehingga angka-angka selalu tercapai. Ketika muncul kejutan, seorang CEO yang terlalu berfokus pada Wall Street akan tergoda untuk mengarang angka-angka tersebut," tulis Buffett.
Filosofi investasi tersebut menjadi salah satu fondasi kuat hubungan Buffett dan Charlie Munger selama lebih dari enam dekade. Keduanya pertama kali bertemu pada 1959 di Omaha dan membangun kemitraan yang dikenal solid hingga Munger meninggal dunia pada 2023 dalam usia 99 tahun.
Baru-baru ini, Buffett juga kembali mengingatkan investor mengenai kondisi pasar saham yang menurutnya semakin dipenuhi aktivitas spekulatif. Dalam wawancara dengan CNBC, investor berusia 95 tahun itu mengatakan peluang menemukan saham bernilai semakin sulit karena banyak pelaku pasar lebih tertarik berjudi daripada berinvestasi.
"Sulit menemukan nilai ketika semua orang lebih memilih berjudi," tukas Buffett.
Ia pun menambahkan bahwa kesempatan investasi terbaik tidak selalu datang setiap saat. Terkadang, seorang investor hanya menemukan satu peluang besar dalam beberapa tahun, dan kesabaran itulah yang pada akhirnya memberikan hasil terbaik.
"Karena manusia sangat suka berjudi, ada lebih banyak uang dalam membina penjudi daripada membina investor," tutup Buffett.
Baca Juga: Tak Hanya Jago Investasi, Ini 4 Gaya Hidup Warren Buffett yang Patut Diteladani