Rano menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan budaya tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Jakarta.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai kegiatan budaya, ekonomi, dan keagamaan yang berlangsung sejak perayaan Natal hingga Idulfitri berhasil menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.
"Mungkin kalian enggak akan menyangka bahwa kita mulai dari Christmas Carol sampai Lebaran, itu fiskal Jakarta sampai Rp68 triliun. Itu adalah kegiatan ekonomi dan kegiatan budaya juga keagamaan," ujarnya.
Karena itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta terus diperkuat untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jakarta yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
"Targetnya kita meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Dengan kunjungan meningkat, fiskal Jakarta luar biasa," kata Rano.
Selain kegiatan budaya dan pariwisata, rangkaian HUT ke-499 Jakarta tahun ini juga diisi dengan kegiatan keagamaan, termasuk Haul Ulama dan Habaib.
Menurut Rano, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap para tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Jakarta.
Ia menegaskan bahwa perkembangan Jakarta dari masa Sunda Kelapa, Batavia, Jayakarta hingga menjadi Jakarta modern tidak dapat dilepaskan dari peran para ulama dan habaib.
"Peran para ulama dan habaib yang ada di Jakarta itu mempunyai kontribusi yang cukup besar," kata Rano.
Menutup sambutannya, Rano berharap kegiatan seperti Discover Betawi Art & Culture yang digagas Hotel Borobudur Jakarta ini dapat terus dilaksanakan dari tahun ke tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Jakarta sekaligus meningkatkan daya tarik wisata ibu kota.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa kita lanjutkan dari tahun ke tahun dengan harapan kita bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Jakarta," pungkasnya.