Menteri Perdagangan di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo itu kemudian menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari krisis energi, kelangkaan atau persoalan pasokan BBM dan LPG, hingga kerentanan sistem kelistrikan di berbagai wilayah.
Kondisi tersebut, menurutnya, semakin diperberat oleh berbagai bencana alam yang terjadi secara beruntun.
Tom mengatakan, Indonesia tengah menghadapi beragam tekanan, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, hingga kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.
Dijelaskannya, persoalan-persoalan tersebut tidak bisa dilihat secara terpisah karena memiliki potensi saling memperberat beban negara.
Ketika berbagai krisis terjadi dalam waktu berdekatan, kemampuan sistem nasional untuk merespons dan mengatasinya juga semakin teruji.
"Masalahnya ini numpuk. Dan balik lagi, suatu saat sistem bisa pecah karena sudah melampaui kapasitas," kata Tom.
Ia juga membandingkan situasi saat ini dengan periode pandemi Covid-19. Menurut Tom, akumulasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi Indonesia sekarang bahkan terasa lebih berat dibandingkan tekanan yang terjadi selama pandemi.
"Saya kira cukup jelas ya kalau kita lihat sejarah berapa tahun terakhir. Saya kira bahkan saat pandemi pun nggak numpuk seperti ini," tandasnya.
Baca Juga: Pandangan Tom Lembong tentang Program MBG