Thomas Trikasih Lembong atau lebih akrab disapa dengan Tom Lembong merupakan salah satu figur yang sudah tidak asing bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang politikus, bankir serta ekonom ulung Indonesia.
Pria yang pernah dipuji Presiden Amerika Serikat,Donald Trump pada KTT G20 di Jerman karena suaranya yang berat dan khas itu sempat menjadi Menteri Perdagangan Indonesia pada tahun 2015-2016.
Baca Juga: Tom Lembong Bicara tentang Daya Beli Masyarakat
Itu adalah jabatan tertingginya di pemerintahan, namun jabatan itu pula yang membuatnya tersandung dalam kasus korupsi gula kristal mentah yang sangat menyita perhatian publik beberapa waktu lalu.
Karier Tom Lembong
Tom Lembong mulai merintis kariernya di Singapura pada 1995, di negara tetangga itu pria kelahiran Jakarta, 4 Maret 1971 itu be bekerja di Divisi Ekuitas Morgan Stanley selama empat tahun.
Setelahnya Tom Lembong memilih menjadi bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia pada 1999. Meski berjalan mulus, namun kariernya di sini hanya berjalan setahun saja.
Pada 2000 ia didapuk menjadi kepala divisi dan wakil presiden senior di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang saat itu masih di bawah Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia yang bertugas melakukan rekapitulasi serta restrukturisasi sektor perbankan Indonesia yang sempat terdampak krisis ekonomi di tahun 1998. Tugas itu ia emban selama dua tahun hingga 2002.
Setelah itu, Tom melanjutkan kariernya dengan bekerja di Farindo Investments mulai tahun 2002-2005. Lalu ikut mendirikan sekaligus ditunjuk menjadi direktur utama Quvat Management, perusahaan ekuitas swasta di Singapura pada 2006.
Orang Dekat Jokowi Membelot ke Anies Baswedan
Karier gemilangnya di berbagai bidang membuat akses Tom Lembong kepada penguasa terbuka lebar. Pada 2013 ia telah menjadi salah satu orang kepercayaan Joko Widodo (Jokowi) yang ketika itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Tom Lembong dipercaya sebagai penasihat ekonomi sekaligus menjadi penulis pidato buat eks Wali Kota Solo itu.
Tugas dan perannya berlanjut hingga Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI. Tom turut diboyong masuk Istana. Pidato fenomenal Jokowi dalam forum Annual World Bank - IMF Meeting 2018, di Bali merupakan salah satu tulisannya.
Tom Lembong sempat rehat dari pemerintahan dan dunia politik setelah meninggalkan pemerintahan Jokowi. Pada masa itu ia mendirikan Consilience Policy Institute, yaitu lembaga yang menjadi wadah para ahli untuk mengadvokasi kebijakan ekonomi internasional dan reformis di Indonesia, yang resmi beroperasi di Singapura.
Namun pada 2021, Tom memutuskan kembali ke pemerintahan dan politik, keputusannya kali ini benar-benar di luar dugaan, Tom yang kadung dikenal sebagai salah satu orang dekat Jokowi selama bertahun-tahun itu justru memilih mendukung Anies Baswedan yang selama ini kerap diidentikan sebagai salah satu musuh bebuyutan Jokowi.
Tom bahkan dipercaya Anies Baswedan yang ketika itu menjabat Gubernur DKI Jakarta sebagai Ketua Dewan PT Jaya Ancol sampai tahun 2023.
Puncaknya, pada Pilpres 2029, Tom Lembong menjadi salah satu tim sukses Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang saat itu bertarung melawan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Masuk dalam jajaran tim sukses, Tom Lembong memainkan peran penting sebagai Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin (AMIN).