Tom menilai, menjangkau pasar internasional tidak selalu berarti harus pindah bekerja ke luar negeri. Di era digital, masyarakat dapat menawarkan berbagai jasa secara daring kepada klien mancanegara.
Ia mencontohkan profesi seperti ilustrator, desainer grafis, hingga pekerja kreatif lainnya yang kini dapat memperoleh penghasilan dari luar negeri hanya dengan memanfaatkan internet.
"Saya kenal cukup banyak warga yang jualan ke klien di luar negeri lewat internet. Desainer atau ilustrator yang bikin gambar untuk arsitek, ilustrasi, dan segala macam. Jadi itu yang saya istilahkan ekspor jasa," ujarnya.
Menurut Tom, kemampuan untuk memanfaatkan peluang tersebut bergantung pada kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kemauan untuk terus belajar mengenai perkembangan ekonomi global.
"Saya kira kita harus mengandalkan jaringan sendiri, harus mengandalkan diri kita sendiri, kreativitas kita, tenaga kita, kewirausahaan kita, dan harus haus pengetahuan, harus haus informasi. Cari terus informasi," kata Tom.
Ia juga mencontohkan Malaysia sebagai negara yang dinilainya berhasil membangun industri berteknologi tinggi. Menurutnya, banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui bahwa Malaysia merupakan salah satu pemain penting dalam industri semikonduktor dan pusat data di kawasan Asia Tenggara.
"Berapa dari kita sadar bahwa Malaysia eksportir chip terbesar di dunia, bahwa Malaysia menjadi tuan rumah sekitar 60 persen data center di ASEAN? Berarti kan dia sukses, dia punya daya beli, dan kita bisa jualan ke sana," ujarnya.
Selain ekspor barang dan jasa, Tom melihat pelemahan rupiah juga dapat menjadi peluang bagi sektor pariwisata Indonesia. Nilai tukar yang lebih murah membuat Indonesia menjadi destinasi yang semakin menarik bagi wisatawan asing, khususnya dari negara-negara tetangga.
"Kalau rupiah turun lagi, kita akan semakin dibanjiri oleh turis dari Malaysia. Kita bisa siap untuk melayani mereka, misalnya lewat kuliner, jasa wisata, maupun berbagai layanan lainnya," tutup Tom.
Baca Juga: Top 3 Buku Bacaan Favorit Thomas Lembong, Sudah Ada yang Pernah Kamu Baca?