Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2016-2019, Thomas Lembong atau Tom Lembong, menilai pelemahan daya beli masyarakat Indonesia tidak seharusnya membuat pelaku usaha maupun pekerja kehilangan optimisme.
Menurutnya, kondisi tersebut justru perlu dijawab dengan memperluas pasar ke luar negeri melalui ekspor barang, ekspor jasa, hingga penguatan sektor pariwisata.
Tom mengatakan, sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand masih memiliki pertumbuhan ekonomi serta daya beli yang relatif kuat. Kondisi itu membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk menawarkan produk maupun layanan kepada pasar internasional.
"Kita harus cari peluang ke sana. Kita harus jualan jasa kita, kita harus jualan barang kita ke orang Malaysia, ke orang Singapura, bahkan ke orang Thailand. Karena memang dari sisi permintaan dan daya beli, mereka punya. Daya beli mereka naik," terang Tom, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Selasa (4/8/2026).
Menurut Tom, pelemahan nilai tukar rupiah membuat daya beli masyarakat Indonesia ikut tertekan sehingga permintaan di dalam negeri cenderung melemah.
Sebaliknya, negara-negara tetangga masih memiliki konsumsi yang kuat sehingga berpotensi menjadi pasar baru bagi pelaku usaha Indonesia.
"Hanya rupiah doang yang collapse, hanya kita doang yang daya belinya turun, jadi pasti orderan sepi karena daya beli kita turun. Tapi daya beli di Malaysia tidak turun, daya beli di Thailand tidak turun, apalagi di Singapura. Amerika, Australia, itu daya beli cukup bagus, pertumbuhan ekonomi bagus, lapangan kerja bagus, jadi kita harus coba jualan ke sana," katanya.
Baca Juga: Pandangan Tom Lembong tentang Program MBG