Di tengah tantangan ekonomi, Dompet Dhuafa membuktikan bahwa pengelolaan skema bisnis profesional mampu mengubah penerima manfaat menjadi mandiri dan mengangkat taraf hidup masyarakat melalui pendekatan wirausaha sosial. Salah satu penerapan bisnis ini adalah pemberdayaan peternakan ayam arab petelur di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat. Langkah ini merupakan perwujudan dari komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan layanan pemberdayaan umat.

Tim Spesialis Ekonomi Masyarakat Dompet Dhuafa, Imam, menjelaskan bahwa ayam arab dipilih karena memiliki keunggulan dari sistem penjualan. Harga penjualan telur ayam arab relatif stabil jika dibandingkan dengan ayam petelur negeri. 

“Harganya lebih stabil karena telur ayam arab dijual satuan, bukan per kilogram. Harga setiap telur berbeda setiap klasifikasi beratnya, ada yang kecil (di bawah 35gr), sedang (35-45gr), hingga besar (di atas 45gr),” ungkapnya dalam agenda press Tour, Bogor, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga: Program BerOjol, Dompet Dhuafa Targetkan 1.447 Motor Ojek Online Dapat Servis Gratis

Selain stabilitas harga, kandungan nutrisi telur ayam Arab juga jauh lebih tinggi. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan tim Dompet Dhuafa, kandungan nutrisi telur ayam Arab rata-rata mencapai 0,85, jauh melampaui telur ayam negeri biasa.

“Kandungan nutrisi pada ayam horan atau ayam negeri biasa itu sebesar 0,40 sekian, tetapi pada ayam Arab itu di 0,81 sampai 0,85 tergantung perawatan.Kita memastikan kualitas telur ayam omega dan kami pastikan di atas 0,85,” lanjut imam.

Agar dana zakat atau wakaf tepat sasaran, Dompet Dhuafa memberlakukan proses assessment yang sangat ketat. Dari 30 kandidat, hanya 10 orang yang terpilih sebagai Penerima Manfaat (PM). Selain itu, pendampingan teknis dilakukan secara total. 

"Ayam Arab sangat sensitif. Berubah merek pakan atau telat jam makan sedikit saja, produksinya langsung turun. Kami mengontrol ketat penggunaan pakan dan vitamin, terutama saat cuaca ekstrem," tambah Imam.

Untuk memastikan peternak bisa mandiri secara jangka panjang, Dompet Dhuafa mewajibkan PM menabung 50 persen dari total pendapatan bulanan mereka. Tabungan ini dipersiapkan agar mereka kelak mampu membeli bibit ayam sendiri secara mandiri.

Salah satu PM yang kini mengelola 250 ekor ayam, Yahya, mulai merasakan dampaknya. Ia mengungkap bahwa setelah pengelolaan telur ayam arab berjalan selama sebulan, ia bisa merasakan manfaatnya yang tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk Pondok Pesantren Miftahul Jannah.

"Alhamdulillah, baru berjalan beberapa bulan penghasilannya sudah terlihat. Biarpun belum sukses besar, minimal saya sudah melihat 'bahan-bahan' sukses itu ada. Kehidupan saya perlahan lebih terang," ungkap Yahya.