Kesiapan Menghadapi AI dan Perdagangan Lintas Negara

Selain kemampuan praktis dan berpikir kritis, studi ini menggarisbawahi perlunya penyelarasan kurikulum pendidikan dengan perkembangan teknologi AI serta perdagangan global:

  • Literasi AI: 84% anak muda percaya mereka akan bekerja mendampingi AI, namun baru 70% yang merasa pendidikan mereka telah mempersiapkan pemanfaatan AI di dunia kerja.
  • Perdagangan Internasional: 94% menyadari pentingnya pemahaman bisnis antarnegara, tetapi baru 69% yang mendapatkan materi perdagangan lintas negara di sekolah/universitas.

President and CEO JA Asia Pacific, Vivek Kumar, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk menekan angka pengangguran pemuda yang kini mencapai hampir 14% di kawasan Asia Pasifik.

"Kita tidak bisa berasumsi bahwa bakat saja akan cukup bagi anak muda untuk meraih kesuksesan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun keterampilan praktis, meningkatkan kepercayaan diri, dan memahami bagaimana dunia kerja terus berkembang," ungkap Vivek.

Temuan dari studi FedEx dan JA mempertegas bahwa pendidikan formal yang kuat perlu disempurnakan dengan kesempatan magang, pelatihan berbasis industri, serta simulasi bisnis nyata. 

Dengan memberikan akses langsung ke dunia profesional dan pembekalan adopsi teknologi secara bijak, generasi muda Indonesia tidak hanya akan siap menjadi tenaga kerja yang adaptif, tetapi juga mampu tampil sebagai calon pengusaha dan pemimpin bisnis yang tangguh di kancah internasional.