Ledakan industri kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya mengubah cara dunia bekerja, tetapi juga melahirkan deretan miliarder baru dengan kekayaan fantastis.

Forbes mencatat setidaknya ada 86 miliarder di sektor AI yang masuk dalam peringkat tahunan orang terkaya dunia pada 2026, dengan total kekayaan gabungan mencapai sekitar 2,9 triliun dolar AS, atau setara ribuan triliun rupiah.

Menariknya, dari puluhan nama tersebut, 45 orang di antaranya baru menyandang status miliarder dalam kurun waktu satu tahun terakhir saja. Berikut daftar bos perusahaan AI dengan kekayaan mencapai triliunan rupiah yang patut diketahui, berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index per 18 Agustus 2026 dan Forbes.

1. Elon Musk

Bos Tesla, SpaceX, dan xAI ini masih kokoh memimpin daftar orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar 873 miliar dolar AS per pertengahan Agustus 2026. Kenaikan kekayaannya tahun ini turut didorong oleh langkah penggabungan SpaceX dengan xAI yang bernilai sekitar 500 miliar dolar AS, menjadikan Musk sebagai simbol dominasi ekosistem AI dan kendaraan listrik sekaligus.

2. Larry Page

Salah satu pendiri Google ini memiliki kekayaan sekitar 295 miliar dolar AS berkat saham besarnya di Alphabet. Kehadiran model AI Gemini turut mendongkrak nilai kekayaannya, menegaskan posisi Google sebagai salah satu pemain besar dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan global.

Baca Juga: 8 Buku Inspiratif yang Membentuk Pola Pikir Pendiri Google Larry Page

3. Jeff Bezos

Pendiri Amazon ini berada di posisi tiga besar dengan kekayaan sekitar 281 miliar dolar AS, ditopang diversifikasi bisnis yang mencakup logistik, layanan cloud, hingga penerapan AI di berbagai lini layanan konsumen dan bisnis.

4. Sergey Brin

Sebagai rekan pendiri Google, Sergey Brin memiliki kekayaan sekitar 274 miliar dolar AS. Meski dikenal lebih low-profile dibanding Larry Page, keterlibatannya dalam strategi teknologi Google turut mendukung pengembangan model AI generatif dan layanan cloud perusahaan.

5. Larry Ellison

Pendiri Oracle ini sempat sesaat menyalip posisi kedua orang terkaya dunia pada Juni 2026 berkat lonjakan saham Oracle yang didorong optimisme AI.

Namun, kekayaannya kemudian terkoreksi cukup dalam seiring penurunan harga saham Oracle, dan kini diperkirakan berada di kisaran 197 miliar dolar AS.

6. Jensen Huang

CEO Nvidia ini menjadi simbol kekuatan chip AI yang menjadi "bahan bakar" utama revolusi kecerdasan buatan di seluruh dunia.

Dengan kekayaan diperkirakan sekitar 194 miliar dolar AS, dominasi GPU Nvidia di berbagai pusat data global membuat namanya terus bertahan di jajaran atas daftar miliarder dunia.

Baca Juga: Rahasia Sukses Jeff Bezos Membangun Amazon, Ini 6 Pelajaran Bisnis yang Patut Ditiru

7. Liu Debing

Cofounder Z.ai (Zhipu AI), perusahaan pengembang model AI asal Tiongkok, disebut berhasil masuk jajaran miliarder berkat lonjakan IPO dan tingginya minat investor terhadap sektor AI, dengan estimasi kekayaan sekitar 27,3 miliar dolar AS.

Berbeda dari nama-nama lain di daftar ini, sosok Liu Debing masih relatif belum banyak diliput media besar, sehingga angka kekayaannya perlu diverifikasi lebih lanjut seiring perkembangan data terbaru.

8. Edwin Chen

Pendiri Surge AI, perusahaan yang bergerak di bidang pelabelan data untuk melatih model kecerdasan buatan, menjadi contoh miliarder baru yang lahir langsung dari inti industri AI.

Pengusaha asal Taiwan ini memiliki kekayaan sekitar 18 miliar dolar AS, membuktikan bahwa peluang besar juga bisa datang dari sektor teknologi pendukung AI yang kurang terekspos publik.

Lonjakan kekayaan para bos perusahaan AI ini menjadi bukti nyata betapa cepatnya industri kecerdasan buatan mengubah peta ekonomi dunia. Bukan hanya perusahaan teknologi raksasa, sektor pendukung seperti infrastruktur chip hingga penyedia data pelatihan AI pun ikut mencetak miliarder-miliarder baru dalam waktu singkat.

Perlu dicatat, angka kekayaan di atas bersifat estimasi yang dapat berubah setiap hari mengikuti pergerakan harga saham dan valuasi perusahaan.