Growthmates, berdasarkan data yang dihimpun oleh Olenka pada Jumat (21/08/2026), pemerintah berencana membagikan uang tunai untuk setiap warganya lho. Namun, sayangnya bukan pemerintah Indonesia, melainkan pemerintah Taiwan.

Pemerintah Taiwan berencana membagikan uang tunai sebesar 10.000 dolar baru Taiwan (NT$10.000) atau sekitar Rp5,5 juta kepada setiap warga pada 2027. Rencana tersebut muncul setelah pemerintah melihat adanya peningkatan penerimaan negara di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat.

Presiden Taiwan Lai Ching-te mengusulkan agar program tersebut dimasukkan dalam rancangan anggaran pemerintah pusat untuk tahun depan. Total anggaran yang disiapkan mencapai NT$235,7 miliar atau sekitar Rp131,5 triliun.

Baca Juga: Petinggi PDIP Minta Pemerintahan Prabowo Jangan Ganggu-Ganggu...

Lai menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya agar masyarakat ikut merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang saat ini banyak ditopang perkembangan kecerdasan buatan (AI).

“Kami telah memutuskan untuk menambahkan 235,7 miliar dolar baru Taiwan dalam pengeluaran untuk memberikan uang tunai 10.000 dolar baru Taiwan kepada setiap orang tahun depan, sehingga ‘dividen AI dapat dibagikan kepada semua orang’,” kata Lai dalam keterangan di Kantor Kepresidenan Taiwan.

Penerimaan Negara Meningkat

Rencana pembagian uang tunai tersebut tidak terlepas dari meningkatnya proyeksi penerimaan pemerintah Taiwan. Pemerintah memperkirakan penerimaan pemerintah pusat pada 2027 mencapai NT$3,92 triliun.

Di sisi lain, perekonomian Taiwan juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pemerintah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 11,05%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 9,64%.

Pada semester pertama 2026, ekonomi Taiwan bahkan tumbuh 14,15%. Pertumbuhan tersebut didorong tingginya permintaan global terhadap teknologi AI, komputasi berkinerja tinggi atau high-performance computing (HPC), serta layanan cloud.

Baca Juga: Yang Ngomong Mantan Menteri, Pemerintah Prabowo Subianto Sudah Gagal Total, Nggak Ketolong Lagi!

Lonjakan permintaan teknologi turut memberikan dampak terhadap industri semikonduktor, teknologi informasi dan komunikasi, serta sektor manufaktur Taiwan.

Meski pertumbuhan ekonomi Taiwan sangat kuat, manfaat dari perkembangan industri teknologi belum dirasakan secara merata.

Sebagian masyarakat bekerja di sektor yang tidak secara langsung terhubung dengan industri AI, seperti jasa, industri tradisional, serta usaha kecil dan menengah.

Karena itu, pemerintah melihat pembagian uang tunai sebagai salah satu cara untuk membuat manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.

Dana tersebut nantinya dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pendidikan, perawatan lansia, kebutuhan rumah tangga, hingga mendukung aktivitas bisnis lokal.

Meski rencana tersebut telah diumumkan, pemerintah Taiwan belum menjelaskan secara rinci mekanisme penyalurannya.

Kriteria warga yang berhak menerima, jadwal pencairan, serta teknis pembagian uang tunai masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

Taiwan sebelumnya juga pernah menjalankan program pembagian uang tunai sebesar NT$10.000 pada 2025. Saat itu, kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi dan tarif Amerika Serikat.

Baca Juga: Megawati Wanti-Wanti Pemerintahan Prabowo: Jangan Ganggu...

Dengan kondisi ekonomi yang kembali tumbuh pesat, pemerintah Taiwan kini berencana membagikan manfaat pertumbuhan tersebut secara lebih langsung kepada masyarakat melalui program yang disebut sebagai “dividen AI”.