Generasi muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Kendati demikian, mereka masih membutuhkan lebih banyak paparan dan pengalaman langsung di dunia kerja nyata agar mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku sekolah.

Temuan tersebut terungkap dalam studi riset bertajuk Shaping Tomorrow’s Workforce – Asia Pacific Youth Insights yang diinisiasi oleh Federal Express Corporation (FedEx) bersama organisasi nirlaba Junior Achievement (JA). Survei ini melibatkan lebih dari 4.200 responden berusia 15–22 tahun di sepuluh negara Asia Pasifik, termasuk 552 anak muda dari Indonesia.

Studi ini sekaligus memperingati 20 tahun program FedEx/JA International Trade Challenge (ITC) yang telah menjangkau lebih dari 54.000 pelajar di Asia Pasifik sejak 2007.

Tingkat Kepercayaan Diri Tinggi, Namun Butuh Pengalaman Praktis

Hasil riset mencatat bahwa 99% anak muda Indonesia berharap pendidikan formal mereka memberikan lebih banyak pemahaman praktis tentang cara kerja industri nyata. Angka ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan Asia Pasifik sebesar 97%.

Baca Juga: Dua Mata Pisau Artificial Intelligence dalam Pertumbuhan Ekonomi RI

Di sisi lain, responden Indonesia menunjukkan optimisme dan kepercayaan diri yang melampaui rata-rata kawasan Asia Pasifik:

  • Inovasi Solusi: 78% merasa percaya diri dalam menghasilkan ide atau solusi baru (dibandingkan 61% di Asia Pasifik).
  • Proaktif & Inisiatif: 72% percaya diri mengambil inisiatif baru tanpa harus diarahkan (dibandingkan 60% di Asia Pasifik).
  • Kemampuan Adaptasi: 73% merasa percaya diri dapat beradaptasi cepat saat rencana berubah (dibandingkan 62% di Asia Pasifik).
  • Kemandirian Kerja: 69% percaya diri bekerja mandiri dan mengambil keputusan (dibandingkan 59% di Asia Pasifik).

Meski begitu, hanya 43% anak muda Indonesia yang merasa nyaman bekerja dalam situasi kerja yang kurang terstruktur atau tanpa rutinitas tetap (berbanding 56% di Asia Pasifik). Hal ini membuktikan pentingnya bimbingan pengalaman lapangan.

Managing Director FedEx Indonesia, Garrick Thompson, menyoroti potensi besar generasi muda ini.

"Anak muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Mereka tidak hanya ingin mempelajari teori, tetapi juga ingin mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kemampuan mereka dalam lingkungan bisnis yang nyata. Melalui kemitraan kami dengan Junior Achievement, FedEx bangga dapat membantu generasi muda Indonesia mendapatkan pengalaman langsung di dunia bisnis," ujar Garrick.

Kesiapan Menghadapi AI dan Perdagangan Lintas Negara

Selain kemampuan praktis dan berpikir kritis, studi ini menggarisbawahi perlunya penyelarasan kurikulum pendidikan dengan perkembangan teknologi AI serta perdagangan global:

  • Literasi AI: 84% anak muda percaya mereka akan bekerja mendampingi AI, namun baru 70% yang merasa pendidikan mereka telah mempersiapkan pemanfaatan AI di dunia kerja.
  • Perdagangan Internasional: 94% menyadari pentingnya pemahaman bisnis antarnegara, tetapi baru 69% yang mendapatkan materi perdagangan lintas negara di sekolah/universitas.

President and CEO JA Asia Pacific, Vivek Kumar, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk menekan angka pengangguran pemuda yang kini mencapai hampir 14% di kawasan Asia Pasifik.

"Kita tidak bisa berasumsi bahwa bakat saja akan cukup bagi anak muda untuk meraih kesuksesan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk membangun keterampilan praktis, meningkatkan kepercayaan diri, dan memahami bagaimana dunia kerja terus berkembang," ungkap Vivek.

Temuan dari studi FedEx dan JA mempertegas bahwa pendidikan formal yang kuat perlu disempurnakan dengan kesempatan magang, pelatihan berbasis industri, serta simulasi bisnis nyata. 

Dengan memberikan akses langsung ke dunia profesional dan pembekalan adopsi teknologi secara bijak, generasi muda Indonesia tidak hanya akan siap menjadi tenaga kerja yang adaptif, tetapi juga mampu tampil sebagai calon pengusaha dan pemimpin bisnis yang tangguh di kancah internasional.