Aktivis Sosial dan Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengeritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memuji habis-habisan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, dimana kepala negara mengatakan Bahlil adalah salah satu orang pintar di negara ini kendati dirinya adalah jebolan universitas yang tak terkenal. 

Menurut Said Didu, pernyataan Prabowo secara tak langsung mengubah standar kecerdasan di negara ini, alih-alih mematok standar yang lebih tinggi, Prabowo justru mendegradasinya ketitik paling rendah, sebab sejak dulu masyarakat Indonesia menjadikan Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie sebagai standar kecerdasan bangs ini. 

Baca Juga: Survei IPO: Menteri Bahlil Masuk Tiga Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Presiden RI ke-3 ini dengan julukan Mr. Crack itu memang dikenal sangat cerdas, ia merupakan penemu Teori Habibie (Crack Progression Theory) yang mampu menghitung titik awal retakan pada sayap dan badan pesawat terbang. Selain itu ia juga dijuluki sebagai Bapak Teknologi Indonesia. 

“Dulu standar kecerdasan adalah Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie yang lulus Doktor Summa Cumlaude di Jerman," ujar Said Didu, dilansir Olenka.id Selasa (11/8/2026). 

Sayangnya standar kecerdasan yang sudah dianggap ‘sakral’ oleh mayoritas masyarakat Indonesia itu, justru acak-acak Prabowo yang seolah-olah menyandingkan Habibie dengan Bahlil. Menurut Said Didu ini jelas tidak bisa diterima akal sehat, bahkan ia mengatakan gelar doktor yang diraih Bahlil adalah hasil menjiplak karya ilmiah orang lain. 

“Sekarang, standarnya adalah Bahlil Lahadalia (kata Pak Prabowo). Kampusnya tidak jelas dan ketahuan ngejar doktor lewat jiplakan desertasi.Dan yang dipuji adalah Bahlil yang sekolahnya gak jelas - bahkan sekolah seakan tidak penting lagi," kata Said Didu

Diketahui, Prabowo mengatakan kecerdasan seseorang sama sekali tidak bergantung pada instansi pendidikan, kecerdasan lahir karena berbagai faktor. 

“Kecerdasan itu bukan dari sekolah menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah. Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi Pak Bahlil,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Kata-kata Prabowo di Perayaan Ulang Tahun Mas Bahlil: Kepemimpinan Tidak Bisa Jadi Hadiah

“Saya kira sekolahnya nggak terlalu terkenal Pak Bahlil. Kalau dicari di internet kampusnya udah nggak ada. Dan itu sudah kita buktikan di mana-mana. Tidak menjamin sekolahnya di mana. Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua,” tambahnya memungkasi.