Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia turut merespons perihal ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 5 persen. Ia menilai angka tersebut cukup ideal.
Namun, pihaknya mengaku besaran ambang batas tersebut masih menjadi bagian dari komunikasi lintas partai.
"Kalau parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan ada 6, ada 7, ada 5, ada di bawah itu juga. Tapi mungkin angka ideal ya, angka ideal itu 5 cocok lah ya," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Pasukan Mas Bahlil Soroti Gelagat AHY: Prabowo Akan Dilawan!
Baca Juga: Catat Ya! Ambang Batas Parlemen 5 Persen Belum Final
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan jika ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 5 persen dalam revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu belum final.
Baca Juga: Keras! Pasukan AHY Ngamuk-Ngamuk ke Golkar: Segera Minta Maaf!
Tegasnya, pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ketua umum partai politik baru sebatas diskusi awal atau brainstorming. Menurutnya, pembahasan lebih lanjut akan dilakukan di DPR RI dengan seluruh fraksi.
"Jadi pertemuan para ketum parpol itu hanya baru brainstorming mengenai persiapan pembahasan Undang-Undang Pemilu yang akan dilakukan oleh fraksi-fraksi di DPR," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
"Nah, brainstorming itu baru dalam tahap awal dan akan terus berlanjut agar kemudian pembahasan fraksi-fraksi di DPR dapat berjalan lancar," tambahnya.
Ia mengatakan jika diskusi awal dalam pemabasasn RUU Pemilu tidak hanya terkait ambang batas 5 persen.
"Jadi kalau brainstorming itu kan belum ada penentuan. Jadi hasil diskusi-diskusi itu kira-kira ya antara lain seperti yang disampaikan Pak Sugiono," katanya.
Diketahui sebelumnya, Kepala Negara pada Selasa (15/9/2026), mengumpulkan sejumlah ketua umum partai koalisi pemerintah untuk membahas revisi UU Pemilu.
"Kita setuju pada angka tersebut," ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono.