Kolaborasi antara Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), ZAP Clinic, dan LEE Management menghadirkan kampanye "Ramadan for A Brighter Change" untuk merenovasi sekolah dan membangun akses air bersih di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Diketahui, NTT mencatat persentase sekolah rusak tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 29,93 persen.
Selama kegiatan Voluntrip pada 3-4 Februari 2026, para mitra menemukan sekolah dengan dinding kayu seadanya, atap bocor, dan lantai tanah yang berubah menjadi lumpur saat musim hujan. Kenes Andari menceritakan betapa sulitnya perjalanan menuju lokasi yang memakan waktu 4 jam dari Labuan Bajo dengan medan yang riskan. Ia juga menyoroti betapa sederhana, tetapi bermaknanya kebahagiaan anak-anak di sana hanya karena melihat krayon berwarna-warni, sebuah benda yang dianggap biasa oleh anak-anak di kota besar.
Krisis Air: Bertahan Hidup Tanpa Botol Minum
Salah satu temuan paling menyentuh selama perjalanan ini adalah fakta mengenai akses air bersih. Wulan Guritno mengamati bahwa anak-anak di sana pergi ke sekolah tanpa membawa botol minum bukan karena lupa, melainkan karena tidak ada air bersih yang bisa dibawa. Mereka harus menahan haus dan baru bisa minum saat berangkat atau pulang sekolah melalui medan perbukitan yang jauh.
Aktor Joe Taslim menambahkan bahwa membangun akses air di Flores bukanlah perkara mudah karena kondisi geografisnya. Diperlukan pengeboran yang sangat dalam dan mesin berkualitas tinggi untuk menarik air ke permukaan. "Ketika air itu berhasil keluar, teman-teman tim di sana menangis seperti baru saja memenangkan Piala Dunia," kenang Joe menggambarkan betapa emosionalnya pencapaian tersebut bagi warga lokal.
Dari "Cuek" Menjadi Peduli
Pengalaman langsung di NTT ini memberikan dampak emosional yang mendalam bagi para figur publik yang terlibat. Shalom Razade mengaku merasa "tertampar" melihat semangat belajar anak-anak NTT yang tetap tinggi meski fasilitas mereka sangat tidak layak. Hal ini mengubah perspektifnya dari seorang anak muda yang tadinya kurang terekspos dengan realitas pelosok menjadi lebih sadar dan ingin membantu.
Gerin Nathanael juga mengakui bahwa sebelumnya ia termasuk pribadi yang cukup cuek dengan keadaan di luar sana. Namun, melihat kenyataan secara langsung membuatnya percaya bahwa kolaborasi dengan visi yang sama adalah kunci untuk menciptakan perubahan berkelanjutan.
Komitmen Jangka Panjang
Berbeda dengan donasi sekali waktu, kolaborasi ini mendorong program sponsorship anak. Program ini memastikan dukungan reguler untuk memenuhi hak dasar anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan.
Winky Wiryawan dan Kenes Andari telah berkomitmen menjadi sponsor anak sebagai langkah nyata daripada sekadar mengeluh terhadap keadaan atau kebijakan pemerintah. Menurut Winky, keterlibatan organisasi non-pemerintah sangat krusial karena pembangunan di luar Jawa sering kali tidak terjangkau maksimal oleh dana APBD yang terbatas dibandingkan di Jawa.
Filosofi di Balik Kolaborasi
Bagi ZAP Clinic, kegiatan CSR ini bukan sekadar tren. CBO ZAP Clinic, Syarif Assegaf, menegaskan bahwa perusahaan menyisihkan sekian persen dari setiap treatment konsumen untuk kegiatan amal ini. Prinsip utama yang dipegang oleh manajemen ZAP adalah keterlibatan langsung, mereka tidak hanya memberi uang, tetapi seluruh tim harus terlibat langsung di lapangan agar dampak yang dihasilkan nyata dan dapat dibuktikan.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menegaskan bahwa akses air bersih, sanitasi yang aman (terutama bagi perempuan), dan pendidikan yang layak bukanlah sekadar aspirasi, melainkan hak dasar setiap anak yang harus diperjuangkan bersama.
Melalui sinergi ini, Ramadan dimaknai sebagai momentum untuk memulai perubahan yang tidak hanya "terang" hari ini, tetapi terus bertumbuh dan memberikan kesempatan bagi anak-anak di NTT untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.